Waduh, OS Android Kini Tak Gratis Lagi Untuk Penggunanya

  • January 23, 2020

Waduh, OS Android Kini Tak Gratis Lagi Untuk Penggunanya

Waduh, OS Android Kini Tak Gratis Lagi Untuk Penggunanya

Siapa sih yang tak kenal dengan OS Android, salah satu sistem operasi smartphone paling populer didunia saat ini. Bisa dipastikan, sebagian pemilik smartphone pernah mencicipi operating system dengan ciri khas robot warna hijau ini.

Jika selama ini para konsumen yang membeli smartphone dengan sistem operasi Android akan langsung terinstall dengan OS android dan free alias gratis, maka mulai bulan depan Alphabet selaku induk perusahaan pembuat sistem operasi Android akan menarik biaya sebesar kurang lebih Rp 600 ribu untuk setiap OS Android yang terinstall, baik di smartphone maupun tablet.
Muat Lebih

Makin Mudah, Kirim DM Instagram Kini Bisa Lewat DesktopArti PO Saat Belanja di Online ShopBeberapa Istilah Populer di WhatsApp yang Harus Kalian Tahu

Baca Juga : Instagram Merilis Fitur Baru untuk Cegah Cyber Bullying

Melansir dari laman Reuters, Senin (22/10/2018), keputusan Google untuk tak lagi menggratiskan sistem operasi buatannya tersebut, merupakan buntut dari sanksi anti-kompetisi yang diterapkan oleh Uni Eropa kepada Google.

Namun, anda tak perlu risau dengan keputusan Google tersebut.

Pasalnya, kebijakan baru Google ini hanya berlaku untuk wilayah hukum di Uni Eropa.

Artinya, untuk setiap produk smartphone maupun Tablet baru yang menggunakan OS android yang rilis di area Uni Eropa, akan ada biaya tambahan untuk OS Android.

Dengan keputusan baru yang akan mulai efektif berlaku mulai 19 Oktober 2018 mendatang, bisa dipastikan beberapa vendor smartphone akan menaikan harga jual produk baru mereka mengikuti aturan baru tersebut.
Baca Juga : Biar Makin Aman, Begini Cara Mengaktifkan Fitur Sidik Jari di WhatsApp

Akibat dari Sanksi Anti Kompetisi Uni Eropa

Kebijakan Google untuk tak lagi menggratiskan sistem operasi buatannya

tersebut merupakan bagian dari sanski yang di berikan oleh Komisi Uni Eropa terkait Monopoli dagang yang dilakukan oleh perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California, Amerika Serikat itu.

Perusahaan Google dianggap telah memaksa pabrikan smartphone untuk menginstal aplikasi peramban Google Chrome jika ingin perangkatnya bisa menjalankan OS Android di smartphone mereka.

Komisi Uni Eropa menilai, model bisnis yang dilakukan oleh Google tersebut

membuat kompetitor Google tak bisa mendapat kesempatan untuk bisa bersaing.

Oleh karena itu, dengan pemberlakuan tarif OS android yang terpasang di ponsel pengguna membuat salah satu pesaing Google yakni Microsoft bisa mendapatkan ruang untuk bermitra dengan vendor smartphone untuk membuat aplikasi pencarian (Search Engine) maupun peramban bagi smartphone.
Baca Juga : Selamat, Grab Jadi StartUp Decacorn Pertama Di Asia Tenggara

Monopoli Google karena telah memaksa pengguna untuk menginstall Browser Google Chrome jika ingin menggunakan sistem operasi Android, membuat Alphabet terancam denda yang cukup besar dengan nilai denda mencapai 4,3 miliar euro atau setara dengan Rp 72 T.

 

Baca Juga :

Wahyudi

E-mail : admin@thailandomania.com