Sempat Terpuruk, Kini Fathan Jadi Aktivis Sosial

  • February 8, 2020

Sempat Terpuruk, Kini Fathan Jadi Aktivis Sosial

Sempat Terpuruk, Kini Fathan Jadi Aktivis Sosial

Kesadaran untuk berbagi dengan sesama tidaklah semua orang memiliki. Terlebih,

bagi seorang yang memiliki keterbatasan diri, terutama fisik dan ekonomi. Namun, itu tak berlaku bagi seorang Muhamad Fathan Mubin. Meski menjadi yatim piatu sejak masih duduk di bangku Madrasah Aliyah, mahasiswa Fakultas Psikologi UGM ini justru tergerak untuk berbagi dengan sesama melalui komunitas Celengan Berbagi yang ia dirikan.

“Saya ingin berkontribusi dengan sesama dengan cara yang sederhana. Berbagi tidak harus dengan sesuatu yang besar,” ungkap Fathan dalam perbincangan dengan Edupost.id.

Mahasiswa kelahiran Lebak, 21 Desember 1996 ini mengaku pernah kehilangan semangat hidup. Meninggalnya sang ayah saat masih duduk di kelas VII SMPN 15 Serang membuat semangat hidupnya berkurang. Tahun berikutnya ia memutuskan untuk tinggal bersama kakaknya di Serang. Kelas X MAN 2 Serang menjadi saat yang amat terpuruk dalam hidupnya. Saat itu giliran ibu tercintanya menghembuskan napas terakhir.

“Saya merasa kurang kasih sayang. Saya juga merasa untuk siapa lagi harus berprestasi

setelah orang tua tidak ada. Tidak ada lagi alasan untuk hidup,” katanya sedih.

Lingkungan sekitarlah yang akhirnya mengembalikan semangat hidupnya. Ia akhirnya merasa tak lagi sendiri walaupun telah ditinggal orang tua. Semangat hidupnya yang telah kembali akhirnya mengantarkan Fathan untuk terjun dalam aktivitas sosial. Pada tahun-tahun berikutnya ia banyak berkeliling Banten untuk memberikan seminar motivasi kepada siswa SMA.

Aktivitas sosialnya berlanjut hingga ia menjadi mahasiswa UGM. Kesadaran untuk berbagi akhirnya mendorong Fathan untuk membuat aksi bagi-bagi donat kepada para pemulung di area kampusnya pada November 2015 silam. Saat itu, kondisi keuangan yang sulit membuat Fathan harus berjualan donat di kampusnya. Satu boks donat yang tidak habis terjual akhirnya ia bagikan kepada para pemulung.

Usai melancarkan aksi berbagi donat, Fathan justru tak merasa puas

. Keinginannya untuk terus berbagi semakin kuat ia rasakan. Ia akhirnya bertekad untuk kembali berbagi. Kali ini bukan donat, tapi nasi bungkus. “Tapi dari mana uangnya?” begitu tanggapan temannya ketika mendengar niat Fathan untuk berbagi nasi bungkus.

“Saya lihat gambar di facebook, ada cewek kaya raya yang pegang celengan. Saya jadi kepikiran kumpulin uang dengan celengan untuk dibelikan nasi bungkus yang akan dibagikan,” ceritanya.

 

Baca Juga :

Wahyudi

E-mail : admin@thailandomania.com