Pokemon Go dan Ancaman Sistem Keamanan Negara

  • April 10, 2020

Pokemon Go dan Ancaman Sistem Keamanan Negara

Pokemon Go dan Ancaman Sistem Keamanan Negara

PEMANDANGAN orang yang bersenjata ponsel pintar berjalan ke sana kemari tanpa peduli arus lalu lintas

dan bahaya lain kini menjadi sesuatu yang lazim di berbagai negara. Mereka pemain Pokemon Go atau disebut trainer, sebuah gim yang menggabungkan virtual reality (VR) dengan augmented reality (AR) yang berbasis data GPS. Untuk bisa menangkap figur permainan Pokemon, trainer harus mengikuti peta virtual atau juga lokasi sesuai dengan AR (teknologi yang menggabungkan dunia maya dengan dunia nyata). Dalam hitungan hari sejak diluncurkan pada 6 Juli 2016, Pokemon Go telah diunduh lebih dari 15 juta pengguna. Meski gim ini baru diluncurkan di Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru, demam gim ini telah merambah ke Tanah Air. Indonesia bahkan masuk 10 negara pengunduh utama aplikasi permainan berbasis AR tersebut. Bagi para pakar gim terkemuka, permainan semacam Pokemon Go ialah tren yang tidak bisa lagi dibendung dan akan melanda seluruh dunia. Keistimewaan gim terbaru ini ialah pemain bisa melihat Pokemon di dunia nyata.

“Inilah permainan masa depan,” ujar Prof Mario Lorenzo

, pakar proses informatika dan pengembangan produk virtual di Technische Universitat Chemnitz, Jerman. Dengan data yang dipasok GPS pada peta virtual, pemain bisa memperkirakan berapa jauh jarak mereka dari pokemon yang diburu. “Jika jejaknya sudah terlacak kamera ponsel pintar, citra pokemon akan muncul di layar ponsel pintar di dekat area pemain berada,” ujar Lorenzo. Dinilai membahayakan keamanan negara Prinsip permainan VR dan AR

menggunakan data dalam volume besar, terutama data pergerakan.

Jika ada data, barulah gim bisa dimainkan. Risikonya, semua data pergerakan bisa direkam dan disimpan. Arus data inilah yang membuat sejumlah negara tidak siap menerima kehadiran gim baru berbasis VR dan AR serta. Sejumlah negara termasuk pemerintah Indonesia sudah melontarkan kecemasan tentang data-data yang bisa saja disalahgunakan untuk tujuan kejahatan. Atau lebih parah lagi, tujuan intelijen. Pemerintah Indonesia sudah mengimbau masyarakat agar tidak memainkan permainan Pokemon Go di kantor dan instansi strategis lainnya karena menimbulkan risiko keamanan. “Silakan saja yang menyukai gim ini untuk bermain dengan tetap memperhatikan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Namun, karena dalam gim tersebut terdapat penggunaan kamera secara real time, muncul risiko keamanan jika dimainkan di kantor dan instalasi strategis,” kata Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso di Jakarta, Jumat (15/7).

 

sumber :

https://ppidkabbekasi.id/war-plane-3d-apk/

Wahyudi

E-mail : admin@thailandomania.com