Tingkatkan Budaya Membaca, Bima Ajak Siswa ke Toko Buku

  • August 11, 2019

Tingkatkan Budaya Membaca, Bima Ajak Siswa ke Toko Buku

Tingkatkan Budaya Membaca, Bima Ajak Siswa ke Toko Buku

Di hari Gerakan Nasional Pembudayaan Gemar Membaca Wali Kota Bogor Bima Arya

secara khusus mengajak 18 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) terpilih ke toko buku di mall Botani Square, jalan Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (11/10)

Diajaknya para siswa ini oleh Bima Arya lantaran mereka berhasil menjawab tantangan Wali Kota Bogor untuk menceritakan kembali (story telling) hasil bacaan buku yang telah mereka baca di Taman Ekspresi Sempur.

Berangkat dari Balaikota Bogor 18 siswa tersebut menaiki Bus Wisata Uncal,

di perjalanan Bima pun memberikan penjelasan mengenai bus wisata pertama di Kota Bogor tersebut. Sesampainya di toko buku, mereka secara bebas memilih satu buku secara gratis sebagai bentuk penghargaan (reward) dari Wali Kota Bogor karena berhasil menjawab tantangan. Tak hanya itu, buku yang mereka pilih pun langsung dibubuhi tanda tangan Wali Kota.

Jadi anak-anak ini minat bacanya sangat luar biasa, makanya saya mengapresiasi mereka dengan cara mengajak ke toko buku,” kata Bima.

Menurutnya, jika minat baca sudah di mulai sejak kecil maka nantinya mereka akan semakin luas wawasannya dan terbangun karakternya.

Karena membaca bukan sekedar menambah wawasan, tapi juga membangun karakter, perilaku, karena ada nilai-nilai disitu,” tuturnya.

Ia berharap melalui Gerakan Nasional Pembudayaan Gemar Membaca ini dapat mengurangi budaya gadget yang sudah merisaukan dan bisa mengimbanginya perkembangan zaman.

Saya ingin mengembalikan budaya membaca kepada anak-anak muda.

Kita berharap Pemerintah Kota Bogor akan membangun perpustakaan yang nyaman, Insya Allah mulai tahun depan,” ujarnya.

Salah satu Siswa SMPN 17 Kota Bogor Kharisma Dewi kelas 9 mengaku merasa senang diajak Wali Kota Bogor berkunjung ke toko buku dan diberikan buku secara gratis. Pasalnya, ia sangat hobi membaca buku.

Senang sekali bisa diajak pak wali naik bus wisata Uncal ke toko buku, karena baru pertama kali saya naik bus Uncal ini,” katanya.

Turut mendampingi Wali Kota Bogor, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin, Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Bogor Encep Moh. Ali Al Hamid.

 

Baca Juga :

PLT Kadisdik: Implementasi Pendidikan Karakter Harus Terus Disosialisasikan

  • August 11, 2019

PLT Kadisdik: Implementasi Pendidikan Karakter Harus Terus Disosialisasikan

PLT Kadisdik Implementasi Pendidikan Karakter Harus Terus Disosialisasikan

Revolusi digital dan fenomena peradaban telah menuntut keluarga, sekolah dan masyarakat

untuk bahu membahu bekerjasama dan terlibat secara aktif dalam mendidik anak-anak untuk melahirkan peserta didik yang beriman, bertaqwa, sehat, mandiri berahlak baik serta bertanggung jawab

Demikian diungkapkan, PLT Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Purwakarta Purwanto, M.Pd,

saat dialog dengan TP PKK dan Dharmawanita Persatuan Purwakarta.

“Pendidikan karakter bukan hal baru, ia merupakan pendidikan nilai yg dulu kita kenal dengan berbagai macam sebutan seperti pendidikan budi pekerti, pendidikan moral pancasila,” kata Kang Ipung, sapaan populer PLT Kadisdik Purwakarta, Selasa(10/10).

Purwanto mengatakan, Keterlibatan Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Purwakarta

dalam implementasi pendidikan karakter mutlak diperlukan. Karena TP-PKK dan Dharma Wanita merupakan agent-agent implementasi pendidikan karakter.

“Peran yang dapat dilakukan adalah memberikan dan memfasilitasi sosialisasi kepada masyarkat, tentang perlunya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam Pendidikan Karakter melalui forum-forum resmi di tingkat kecamatan dan desa serta komunitas-komunitas yang ada seperti majelis taklim,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://webmomentofsilence.org/langkah-langkah-dalam-menulis-karangan-deskripsi/

Jaga Mental Anak, Pendidikan Budi Pekerti Perlu Dimunculkan Kembali

  • August 11, 2019

Jaga Mental Anak, Pendidikan Budi Pekerti Perlu Dimunculkan Kembali

Jaga Mental Anak, Pendidikan Budi Pekerti Perlu Dimunculkan Kembali

Calon wakil gubernur Jawa Tengah Dede Indra Permana Sudiro mendorong

dimunculkannya kembali pendidikan budi pekerti di bangku sekolah. Dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap dampak negatif lingkungan yang bisa mempengaruhi mental anak saat ini.

Di tengah perkembangan zaman seperti sekarang, anak-anak sangat rentan dengan pengaruh negatif dari lingkungan. Oleh karena itu, kita harus jaga lewat pendidikan budi pekerti di sekolah,” tutur Dede dalam keterangannya, minggu (8/10).

Dia menjelaskan, pendidikan budi pekerti pertama kali diterapkan pada kurikulum 1947,

terpisah dengan mata pelajaran lain. Sejak munculnya kurikulum 1968, pendidikan budi pekerti hanya sebagai sisipan dalam mata pelajaran seperti Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.

“Karena sebagai sisipan, pelajaran tentang budi pekerti ini kurang mendapat perhatian.

Pelajaran budi pekerti harus dimunculkan kembali dalam kurikulum pendidikan dan jadi mata pelajaran yang berdiri sendiri,” kata Dede.

Dede yang juga anggota DPRD Jawa Tengah menambahkan, pendidikan budi pekerti yang disampaikan secara eksplisit melalui pelajaran menandakan adanya itikad baik dunia pendidikan Indonesia untuk turut membentuk anak didik memiliki budi pekerti yang baik. Oleh karena itu, harus didukung penuh oleh para calon pemimpin yang ada.

“Sementara ini, kita bisa coba buat kelas budi pekerti di luar jam pelajaran umum. Tapi sifatnya wajib diikuti oleh seluruh anak,” imbuhnya

 

Sumber :

https://planitdesign.org/kiat-menulis-kata-pengantar-untuk-makalah-yang-baik-dan-benar/

Historical Places and Beautiful Sceneries in East Java

Historical Places and Beautiful Sceneries in East Java

  • August 7, 2019

Historical Places and Beautiful Sceneries in East Java

Historical Places and Beautiful Sceneries in East Java

First day, we visited “Museum & Makam Bung Karno” in Blitar

Then, we visited Panataran temple. Panataran temple is located in Panataran village, Ngleggok, Blitar, The temple was decorated using ornament. Next, we visited Kidal temple. Kidal temple is located in Rejo Kidal village, Tumpang, about 24 km away to the east from Malang City. The temple base has a shape square.

The door is one in west side. Above the door of the temple, there are “Kepala Kala and lions”. After that, we visited Jawi temple, Jawi temple is located in Candi Wates village, Prigen, Pasuruan, about 31 km away from Pasuruan City. Second day, we visited Jago temple, Jago temple believed as the burral place of King Wisnuwardhana ashes, the fourth King of Singosari Kingdom. The temple has ornament similarities to those of Panataran temple in Blitar.

For me, that was a beautiful day

We really enjoyed it, and I hope I could visit East Java again. 🙂

Artikel terkait :

Pengertian Tabungan Dalam Manajemen Perbankan

Menentukan Strategi Promosi Produk Hasil Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Ruang

  • August 7, 2019

Menentukan Strategi Promosi Produk Hasil Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Ruang

 

Pengertian Tabungan Dalam Manajemen Perbankan

Untuk mengomunikasikan produk kerajinan perlu disusun strategi yang disebut dengan strategi promosi, yang terdiri atas empat komponen utama yaitu periklanan,promosi penjualan, publisitas, dan penjualan tatap muka.

a. Periklanan (advertising)

Periklanan merupakan sebuah bentuk komunikasi non personal yang harus diberikan imbalan/pembayaran kepada sebuah organisasi atau dengan menggunakan media massa. Adapun media yang biasa digunakan adalah televisi, surat kabar, majalah, internet, dan lain lain.

b. Promosi penjualan (sales promotion)

Promosi penjualan merupakan insentif jangka pendek untuk meningkatkan penjualan suatu produk atau jasa dimana diharapkan pembelian dilakukan sekarang juga. Wujud nyata kegiatan promosipenjualan misalnya obral, pemberian kupon, dan pemberian contoh produk.

c. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling)

Penjualan tatap muka merupakan sebuah proses dimana para pelanggan diberi informasi dan merekadipersuasi untuk membeli produk-produk melaluikomunikasi secara personal dalam suatu situasi perekrutan.

d. Publisitas atau Hubungan Masyarakat

Publisitas merupakan bentuk komunikasinon personal dalam bentuk berita sehubungan dengan organisasi tertentu atau tentang produk-produknya yang ditransmisi melalui perantara media massa.

 

Sumber : https://pelajaranips.co.id/

Budidaya dan Cara Menanam Timun Suri

Budidaya dan Cara Menanam Timun Suri

  • August 7, 2019

Budidaya dan Cara Menanam Timun Suri

Budidaya dan Cara Menanam Timun Suri

Budidaya dan Cara Menanam Timun Suri

Mungkin anda sudah tak asing lagi jika mendengar tentang buah timun suri. Namun tak banyak orang bahwa timun suri ini tidak termasuk dalam kategori timun-timunan karena buah timun suri ini memiliki sifat yang berkebalikan dengan ketimun. Bisa dibilang timun suri lebih seperti jenis labu yaitu Blewah, melon,atau semangka.

Jika anda berminat untuk membudidayakan timun suri ini, berikut langkah-langkah Budidaya dan Cara Menanam Timun Suri yang CaraMembaca dapatkan dari berbagai sumber yang ada ;

1. Pengolahan Lahan.

Lahan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam bercocok tanam buah timun suri ini. Tanah yang datar menjadi tempat yang terbaik untuk pertumbuhan buah ini. selanjutnya buatlah lubang dengan ukuran 1m x 1m persegi untuk media tanamnya. lalu lubang tersebut diberi pupuk organik seperti pupuk kandang ataupun pupuk kompos. Setiap lubang paling tidak diberi 1kg per lubangnya bercampur dengan tanah yang gembur, kemudian diamkan selama 2 hari.

2. Penanaman buah Timun Suri

Media tanam yang sudah disiapkan kemudian diberi benih pada masing-masing lubangnya kurang lebih sebanyak 2 biji. Lakukan penyiraman pada setiap benih secara teratur. Biasanya tanaman akan tumbuh pada hari ke-7 dihitung setelah masa tanam benih timun suri. Apabila terdapat tanaman yang belum tumbuh dapat dilakukan penyulaman dengan cara menanam kembali benih timun suri.

3. Pemeliharaan Tanaman Timun Suri.

Jika tanaman sudah berumur 7 hari setelah masa tanam, lakukan penyiangan pada setiap tanaman timun suri. hal ini agar tumbuhan terpapar langsung dengan sinar matahari yang dapat membuat tanaman menjadi lebih sehat. Jika tanaman sudah berbuah, tanaman ini tahan terhadap segala macam gulma bahkan gulma sendiri memiliki keuntungan tersendiri bagi buah timun suri karena dapat dijadikan sebagai media alas dan membuat buah tidak bersentuhan langsung dengan tanah.
Seperti yang kita ketahui bahwa didalam tanah terdapat berbagai macam hewan kecil seperti cacing, maupun hewan-hewan kecil lainnya yang apabila buah tidak dialasi, maka buah timun suri mungkin akan dimakan oleh hewan tersebut jadi lebih baik untuk dialasi supaya aman dan tidak rusak buahnya.

4. Panen.

Pada umumnya buah timun suri dapat dipanen antara 100 – 130 hari setelah masa tanam. Untuk Panennya sendiri dapat dilakukan dengan cara melihat apakah buah sudah terlepas dari tangkai tanaman atau belum. Jika sudah terlepas maka buah sudah dapat dipanen. Setelah itu lakukan pencucian pada setiap buah timun suri dan lakukan juga penyortiran dan pengkelasan besar kecilnya buah. Setelah itu baru dikemas dan dipasarkan.
Jenis-Jenis Siklus Air adalah

Jenis-Jenis Siklus Air adalah

  • August 6, 2019

Jenis-Jenis Siklus Air adalah

Jenis-Jenis Siklus Air adalah

Dalam kehidupan manusia di permukaan bumi ini terdapat tiga macam siklus air yaitu sebagai berikut.

a. Siklus Kecil atau Pendek

Air laut mendapat sinar matahari, kemudian mengalami penguapan yang semakin lama semakin banyak. Setelah mencapai ketinggian tertentu, temperatur udara menurun, maka terjadilah kondensasi (pengembunan), dan terbentuklah awan yang mengakibatkan turunnya hujan di atas permukaan laut tersebut. Siklus ini dinamakan dengan siklus pendek.

b. Siklus Sedang

Air laut yang mendapat sinar matahari, kemudian menguap. Uap air tersebut terbawa oleh angin ke daratan. Akibat suhu udara di atas daratan (biasanya pegunungan) dingin, maka terjadilah kondensasi sehingga terbentuklah awan. Jika awan tersebut telah jenuh oleh uap air, terjadilah hujan. Air hujan tersebut ada yang mengalir di permukaan bumi, meresap ke dalam tanah, ada yang masuk danau, sungai, dan akhirnya kembali
ke laut. Siklus (peredaran) air ini disebut siklus sedang.

c. Siklus Panjang dan Siklus Besar

Siklus ini terjadi karena pengaruh panas sinar matahari yang mengakibatkan air laut menguap. Uap air tersebut terbawa oleh angin jauh ke wilayah daratan. Setelah mengalami pendinginan, uap air tersebut berubah menjadi kristal es sehingga terjadilah hujan salju. Salju yang berkumpul membentuk padang salju yang kemudian mencair dan mengalir pada sungai es (gletser). Setelah mencair akhirnya kembali ke laut. Siklus air ini disebut siklus panjang.
Sehat Menurut Para Ahli

Sehat Menurut Para Ahli

  • August 6, 2019

Sehat Menurut Para Ahli

Sehat Menurut Para Ahli

Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai

untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Bahkan benda mati pun seperti kendaraan bermotor atau mesin, jika dapat berfungsi secara normal, maka seringkali oleh pemiliknya dikatakan bahwa kendaraannya dalam kondisi sehat.
Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang dokterpun akan menyatakan pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal.
Namun demikian, pengertian sehat yang sebenarnya tidaklah demikian.

Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2

adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan.

Pengertian sehat tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial.
Batasan kesehatan tersebut di atas sekarang telah diperbaharui bila batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi atau aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, maka dalam Undang-Undang N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi.

Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru

Pengertian kesehatan saat ini memang lebih luas dan dinamis, dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi.
Bagi yang belum memasuki dunia kerja, anak dan remaja, atau bagi yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau usia lanjut, berlaku arti produktif secara sosial. Misalnya produktif secara sosial-ekonomi bagi siswa sekolah atau mahasiswa adalah mencapai prestasi yang baik, sedang produktif secara sosial-ekonomi bagi usia lanjut atau para pensiunan adalah mempunyai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfat, bukan saja bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain atau masyarakat.
Keempat dimensi kesehatan tersebut saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang, kelompok atau masyarakat. Itulah sebabnya, maka kesehatan bersifat menyeluruh mengandung keempat aspek.

Sistem Pembayaran

  • August 6, 2019

Sistem Pembayaran

Sistem Pembayaran

Sistem Pembayaran merupakan sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain. Media yang digunakan untuk pemindahan nilai uang tersebut sangat beragam, mulai dari penggunaan alat pembayaran yang sederhana sampai pada penggunaan sistem yang kompleks dan melibatkan berbagai lembaga berikut aturan mainnya. Kewenangan mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran di Indonesia dilaksanakan oleh Bank Indonesia yang dituangkan dalam Undang Undang Bank Indonesia.

Dalam menjalankan mandat tersebut, BI mengacu pada empat prinsip kebijakan sistem pembayaran, yakni keamanan, efisiensi, kesetaraan akses dan perlindungan konsumen. Aman berarti segala risiko dalam sistem pembayaran seperti risiko likuiditas, risiko kredit, risiko fraud harus dapat dikelola dan dimitigasi dengan baik oleh setiap penyelenggaraan sistem pembayaran. Prinsip efisiensi menekankan bahwa penyelanggaran sistem pembayaran harus dapat digunakan secara luas sehingga biaya yang ditanggung masyarakat akan lebih murah karena meningkatnya skala ekonomi. Kemudian prinsip kesetaraan akses yang mengandung arti bahwa BI tidak menginginkan adanya praktek monopoli pada penyelenggaraan suatu sistem yang dapat menghambat pemain lain untuk masuk. Terakhir adalah kewajiban seluruh penyelenggara sistem pembayaran untuk memperhatikan aspek-aspek perlindungan konsumen. Sementara itu dalam kaitannya sebagai lembaga yang melakukan pengedaran uang, kelancaran sistem pembayaran die​jawantahkan dengan terjaganya jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat dan dalam kondisi yang layak edar atau biasa disebut clean money policy.

Apa itu Sistem Pembayaran/ SP?

Sistem Pembayaran/ SP adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Lantas, apa saja komponen dari SP? Sudah barang tentu harus ada alat pembayaran, ada mekanisme kliring hingga penyelesaian akhir (settlement). Nah, selain itu juga ada komponen lain seperti lembaga yang terlibat dalam menyelenggarakan sistem pembayaran. Termasuk dalam hal ini adalah bank, lembaga keuangan selain bank, lembaga bukan bank penyelenggara transfer dana, perusahaan switching bahkan hingga bank sentral (lihat Perkembangan).

 

Evolusi Alat Pembayaran

Alat pembayaran boleh dibilang berkembang sangat pesat dan maju. Kalau kita menengok kebelakang yakni awal mula alat pembayaran itu dikenal, sistem barter antarbarang yang diperjualbelikan adalah kelaziman di era pra moderen. Dalam perkembangannya, mulai dikenal satuan tertentu yang memiliki nilai pembayaran yang lebih dikenal dengan uang.  Hingga saat ini uang masih menjadi salah satu alat pembayaran utama yang berlaku di masyarakat. Selanjutnya alat pembayaran terus berkembang dari alat pembayaran tunai (cash based) ke alat pembayaran nontunai (non cash) seperti alat pembayaran berbasis kertas (paper based), misalnya, cek dan bilyet giro. Selain itu dikenal juga alat pembayaran paperless seperti transfer dana elektronik dan alat pembayaran memakai kartu (card-based) (ATM, Kartu Kredit, Kartu Debit dan Kartu Prabayar).

 

Alat Pembayaran Tunai

Alat pembayaran tunai lebih banyak memakai uang kartal (uang kertas dan logam). Uang kartal masih memainkan peran penting khususnya untuk transaksi bernilai kecil. Dalam masyarakat moderen seperti sekarang ini, pemakaian alat pembayaran tunai seperti uang kartal memang cenderung lebih kecil dibanding uang giral. Pada tahun 2005, perbandingan uang kartal terhadap jumlah uang beredar sebesar 43,3 persen.

Namun patut diketahui bahwa pemakaian uang kartal memiliki kendala dalam hal efisiensi. Hal itu bisa terjadi karena biaya pengadaan dan pengelolaan (cash handling) terbilang mahal. Hal itu belum lagi memperhitungkan inefisiensi dalam waktu pembayaran. Misalnya, ketika Anda menunggu melakukan pembayaran di loket pembayaran yang relatif memakan waktu cukup lama karena antrian yang panjang. Sementara itu, bila melakukan transaksi dalam jumlah besar juga mengundang risiko seperti pencurian, perampokan dan pemalsuan uang.

Menyadari ketidak-nyamanan dan inefisien memakai uang kartal, BI berinisiatif dan akan terus mendorong untuk membangun masyarakat yang terbiasa memakai alat pembayaran nontunai atau Less Cash Society (LCS).

 

Alat Pembayaran Non Tunai

Alat pembayaran nontunai sudah berkembang dan semakin lazim dipakai masyarakat. Kenyataan ini memperlihatkan kepada kita bahwa jasa pembayaran nontunai yang dilakukan bank maupun lembaga selain bank (LSB), baik dalam proses pengiriman dana, penyelenggara kliring maupun sistem penyelesaian akhir (settlement) sudah tersedia dan dapat berlangsung di Indonesia. Transaksi pembayaran nontunai dengan nilai besar diselenggarakan Bank Indonesia melalui sistem BI-RTGS (Real Time Gross Settlement) dan Sistem Kliring. Sebagai informasi, sistem BI-RTGS adalah muara seluruh penyelesaian transaksi keuangan di Indonesia.

Bisa dibayangkan, hampir 95 persen transaksi keuangan nasional bernilai besar dan bersifat mendesak (urgent) seperti transaksi di Pasar Uang AntarBank (PUAB), transaksi di bursa saham, transaksi pemerintah, transaksi valuta asing (valas) serta settlement hasil kliring dilakukan melalui sistem BI-RTGS. Pada tahun 2010, BI-RTGS melakukan transaksi sedikitnya Rp174,3 triliun per hari. Sedangkan transaksi nontunai dengan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) dan uang elektronik masing-masing nilai transaksinya hanya Rp8,8 triliun per hari yang dilakukan bank atau LSB.

Melihat pentingnya peran BI-RTGS dalam sistem pembayaran nasional, sudah barang tentu harus dijaga kontinuitas dan stabilitasnya. Bila sesaat saja sistem BI-RTGS ini ngadat atau mengalami gangguan jelas akan sangat menganggu kelancaran dan stabilitas sistem keuangan di dalam negeri. Hal itu belum memperhitungkan dampak material dan nonmaterial dari macetnya sistem BI-RTGS tadi. Untuk itulah BI sangat peduli menjaga stabilitas BI-RTGS yang dikategorikan sebagai Systemically Important Payment System (SIPS). SIPS  adalah sistem yang memproses transaksi pembayaran bernilai besar dan bersifat mendesak (urgent).Adalah wajar saja apabila Bank Indonesia sangat peduli menjaga kestabilan SIPS dengan mengelola risiko, desain, kehandalan teknologi, jaringan pendukung dan aturan main dalam SIPS. Selain SIPS dikenal pula System Wide Important Payment System (SWIPS), yaitu sistem yang digunakan oleh masyarakat luas. Sistem Kliring dan APMK termasuk dalam kategori SWIPS ini. BI  juga peduli dengan SWIPS karena sifat sistem yang digunakan secara luas oleh masyarakat. Apabila  terjadi gangguan maka kepentingan masyarakat untuk melakukan pembayaran akan terganggu pula, termasuk kepercayaan terhadap sistem dan alat-alat pembayaran yang diproses dalam sistem.

Perlu diketahui bahwa BI bukan semata peduli akan terciptanya efisiensi dalam sistem pembayaran, tapi juga kesetaraan akses hingga ke urusan perlindungan konsumen. Yang dimaksud terciptanya sistem pembayaran, itu artinya memberi kemudahan bagi pengguna untuk memilih metode pembayaran yang dapat diakses ke seluruh wilayah dengan biaya serendah mungkin. Sementara yang dimaksud dengan kesetaraan akses, BI akan memperhatikan penerapan asas kesetaraan dalam penyelenggaraan sistem pembayaran. Sedangkan aspek perlindungan konsumen dimaksudkan penyelenggara wajib mengadopsi asas-asas perlindungan konsumen secara wajar dalam penyelenggaraan sistemnya.

Sumber : https://solopellico3p.com/

Teori Nilai Uang

  • August 6, 2019

Teori Nilai Uang

Teori Nilai Uang

Secara garis besar, teori tentang nilai uang dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu teori nilai barang dan teori nilai internal.

Teori Nilai Barang

Teori nilai barang dibagi lagi menjadi dua, yaitu teori logam atau katalistik dan teori nilai batas.

  1. Teori Logam atau Katalistik

Teori logam atau katalistik dikemukakan oleh Adam Smith. Menurut teori ini, masyarakat menerima benda sebagai uang karena bahannya terbuat dari logam bernilai tinggi.

Teori Nilai Batas

Teori nilai batas dikemukakan oleh Carl Menger. Menurut teori ini, masyarakat menerima benda sebagai uang karena masyarakat memerlukan barang tersebut.

Teori Nilai Internal

Teori nilai internal dibagi menjadi tiga, yaitu teori kuantitas uang, teori persediaan kas, dan teori pendapatan.

Teori Kuantitas Uang

Teori kuantitas uang menurut David Ricardo, menjelaskan bahwa harga barang dan jumlah uang yang beredar berbanding lurus, artinya bertambahnya jumlah uang yang beredar akan mengakibatkan kenaikan harga, sedangkan jumlah output yang dihasilkan tidak berubah.

Teori Persediaan Kas atau Teori Sisa Tunai

Teori persediaan kas atau teori sisa tunai dikemukakan oleh Alfred Marshall. Teori Marshal tidak menekankan pada perputaran uang (velocity) dalam suatu periode, tetapi menekankan pada bagian pendapatan (GNP) yang diwujudkan dalam bentuk uang kas.

Teori ini dijelaskan dalam bentuk persamaan berikut :

M = k . Py

Ket :

M = jumlah uang yang beredar (Money)

k = koefisien (keinginan untuk menahan uang sebagai per sediaan kas)

P = tingkat harga umum(Price)

y = pendapatan (Income)

Teori Pendapatan

Teori pendapatan dikemukakan oleh J. M. Keynes. Teori ini disebut juga dengan teori LiquidityPreference. Menurut teori ini,  seseorang senang memegang uang tunai karena didorong oleh tiga motif, yaitu motif untuk bertransaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi.

Sumber :

 

Widjayanto, Bambang , DKK. 2009. Mengasah Kemampuan Ekonomi 1: Untuk SMA/ MA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Sumber : https://dogetek.co/