Sejarah Kampung Banda

  • September 15, 2019

Sejarah Kampung Banda

Sejarah Kampung Banda

Mungkin tidak banyak orang mengenal Kampung Bandan. Mereka yang mengenal pun agaknya menginisiasikan kampung yang berada di wilayah utara Jakarta sebagai tempat kumuh.

Padahal di kampung ini ada cerita tersisa ketika Jakarta masih bernama Batavia.Berdasarkan catatan buku sejarah, dijelaskan asal muasal mengapa kawasan ini disebut Kampung Bandan. Pertama, kampung yang berlokasi di dekat Pelabuhan Sunda Kelapa ini diperkirakan berasal dari kata Banda, sebuah pulau di Maluku.

Ditengarai ada sekumpulan masyarakat Banda, di zaman Batavia yang menghuni kawasan ini. Penyebutan ini disebut lazim mengingat kasus lain punya kemiripan seperti penyebutan nama kampung China sebagai pecinan, atau nama tempat memungut pajak atau cukai (bea) disebut Pabean, dan Pekojan sebagai perkampungan orang Koja (Arab).

Kampung Bandan tahun 1955 (KITLV)

Banda juga bisa berasal dari kata Banda dalam bahasa Jawa berarti ikatan dibanda (diikat). Ini dihubungkan dengan peristiwa yang sering dilihat oleh warga pada zaman pendudukan Jepang.

Ketika itu Jepang sering membawa pemberontakan dengan tangan terikat melewati kampung ini untuk dieksekusi di Ancol.

Kemungkinan ketiga, yakni bahwa Banda merupakan pengucapan dari kata Pandan. Sebab di masa lalu kampung ini dipenuhi pohon pandan sehingga warga menyebut Kampung Pandan kemudian menjadi Kampung Bandan.

Apapun asal muasal nama tempat ini, yang pasti sejarah menyebutkan kampung ini merupakan penampungan budak dari Pulau Banda, Maluku, ketika JP Coen menaklukan pulau itu pada 1621.
Pembantain besar-besaran dilakukan Coen. Mereka yang selamat diboyong ke Batavia, dan budak-budak tadi memberontak melawan VOC di Marunda, Jakarta Utara.

Setelah periode perbudakan usai, para tawanan dipekerjakan di Pasar Ikan. Mengingat, kawasan kampung dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa, yang otomatis dekat dengan Pasar Ikan.

Mereka tetap mendiami kampung tersebut, tumbuh berkembang dan beranak pinak. Di kawasan itu akhirnya dibangun pula jalur kereta api, yaitu ketika Pelabuhan Tanjungpriok (baru) dibangun.

Jalur kereta api itu untuk menghubungkan Pelabuhan Sunda Kelapa dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Selain terdapat stasiun, di Kampung Bandan juga masih berdiri sebuah masjid tua yang dikenal dengan nama masjid Kampung Bandan. Dengan kondisi yang kumuh, tak sehat, kotor, dan berantakan, kawasan ini tetap layak menjadi tujuan wisata karena menyisakan stasiun dan masjid dari abad ke-19.

Kepala UPT Kota Tua, Chandrian mengatakan Kampung Bandan merupakan cagar budaya yang masuk dalam peta kawasan kota sesuai dengan peraturan Gubernur No 34 tahun 2006 adalah batas bagian timur yang masuk dalam program revitalisasi Kota Tua.

Dengan kondisi yang kumuh di Kampung Bandan seakan membawa kita kembali melihat perbudakan dan kaum marginal di era postmodern Batavia

Campuran dari Sistem Hukum-hukum Eropa

  • September 15, 2019

Campuran dari Sistem Hukum-hukum Eropa

Campuran dari Sistem Hukum-hukum Eropa

sistem hukum indonesia Hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum-hukum Eropa, hukum Agama dan hukum Adat. Sebagian besar sistem yang dianut, baik perdata maupun pidana, berbasis pada hukum Eropa kontinental, khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda (Nederlandsch-Indie). Hukum Agama, karena sebagian besar masyarakat Indonesia menganut Islam, maka dominasi hukum atau Syari’at Islam lebih banyak terutama di bidang perkawinan, kekeluargaan dan warisan. Selain itu, di Indonesia juga berlaku sistem hukum Adat, yang merupakan penerusan dari aturan-aturan setempat dari masyarakat dan budaya-budaya yang ada di wilayah Nusantara.

Hukum perdata Indonesia

Salah satu bidang hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki pada subyek hukum dan hubungan antara subyek hukum. Hukum perdata disebut pula hukum privat atau hukum sipil sebagai lawan dari hukum publik. Jika hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum (misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara), kejahatan (hukum pidana), maka hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atau warga negara sehari-hari, seperti misalnya kedewasaan seseorang, perkawinan, perceraian, kematian, pewarisan, harta benda, kegiatan usaha dan tindakan-tindakan yang bersifat perdata lainnya.

Ada beberapa sistem hukum yang berlaku di dunia dan perbedaan sistem hukum tersebut juga mempengaruhi bidang hukum perdata, antara lain sistem hukum Anglo-Saxon (yaitu sistem hukum yang berlaku di Kerajaan Inggris Raya dan negara-negara persemakmuran atau negara-negara yang terpengaruh oleh Inggris, misalnya Amerika Serikat), sistem hukum Eropa kontinental, sistem hukum komunis, sistem hukum Islam dan sistem-sistem hukum lainnya. Hukum perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda, khususnya hukum perdata Belanda pada masa penjajahan.

Bahkan Kitab Undang-undang Hukum Perdata (dikenal KUHPer.) yang berlaku di Indonesia tidak lain adalah terjemahan yang kurang tepat dari Burgerlijk Wetboek (atau dikenal dengan BW)yang berlaku di kerajaan Belanda dan diberlakukan di Indonesia (dan wilayah jajahan Belanda) berdasarkan azas konkordansi. Untuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda, BW diberlakukan mulai 1859. Hukum perdata Belanda sendiri disadur dari hukum perdata yang berlaku di Perancis dengan beberapa penyesuaian. Kitab undang-undang hukum perdata (disingkat KUHPer) terdiri dari empat bagian, yaitu:

* Buku I tentang Orang; mengatur tentang hukum perseorangan dan hukum keluarga, yaitu hukum yang mengatur status serta hak dan kewajiban yang dimiliki oleh subyek hukum. Antara lain ketentuan mengenai timbulnya hak keperdataan seseorang, kelahiran, kedewasaan, perkawinan, keluarga, perceraian dan hilangnya hak keperdataan. Khusus untuk bagian perkawinan, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.
* Buku II tentang Kebendaan; mengatur tentang hukum benda, yaitu hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki subyek hukum yang berkaitan dengan benda, antara lain hak-hak kebendaan, waris dan penjaminan. Yang dimaksud dengan benda meliputi (i) benda berwujud yang tidak bergerak (misalnya tanah, bangunan dan kapal dengan berat tertentu); (ii) benda berwujud yang bergerak, yaitu benda berwujud lainnya selain yang dianggap sebagai benda berwujud tidak bergerak; dan (iii) benda tidak berwujud (misalnya hak tagih atau piutang). Khusus untuk bagian tanah, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 5 tahun 1960 tentang agraria. Begitu pula bagian mengenai penjaminan dengan hipotik, telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU tentang hak tanggungan.
* Buku III tentang Perikatan; mengatur tentang hukum perikatan (atau kadang disebut juga perjanjian (walaupun istilah ini sesunguhnya mempunyai makna yang berbeda)), yaitu hukum yang mengatur tentang hak dan kewajiban antara subyek hukum di bidang perikatan, antara lain tentang jenis-jenis perikatan (yang terdiri dari perikatan yang timbul dari (ditetapkan) undang-undang dan perikatan yang timbul dari adanya perjanjian), syarat-syarat dan tata cara pembuatan suatu perjanjian. Khusus untuk bidang perdagangan, Kitab undang-undang hukum dagang (KUHD) juga dipakai sebagai acuan. Isi KUHD berkaitan erat dengan KUHPer, khususnya Buku III. Bisa dikatakan KUHD adalah bagian khusus dari KUHPer.
* Buku IV tentang Daluarsa dan Pembuktian; mengatur hak dan kewajiban subyek hukum (khususnya batas atau tenggat waktu) dalam mempergunakan hak-haknya dalam hukum perdata dan hal-hal yang berkaitan dengan pembuktian.

Sistematika yang ada pada KUHP tetap dipakai sebagai acuan oleh para ahli hukum dan masih diajarkan pada fakultas-fakultas hukum di Indonesia.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Hukum lingkungan

  • September 15, 2019

Hukum lingkungan

Hukum lingkungan

Hukum lingkungan dalam bidang ilmu hukum, merupakan salah satu bidang ilmu hukum yang paling strategis karena hukum lingkungan mempunyai banyak segi yaitu segi hukum administrasi, segi hukum pidana, dan segi hukum perdata. Dengan demikian, tentu saja hukum lingkungan memiliki aspek yang lebih kompleks. Sehingga untuk mendalami hukum lingkungan itu sangat mustahil apabila dilakukan seorang diri, karena kaitannya yang sangat erat dengan segi hukum yang lain yang mencakup pula hukum lingkungan di dalamnya.

Dalam pengertian sederhana, hukum lingkungan diartikan sebagai hukum yang mengatur tatanan lingkungan (lingkungan hidup), di mana lingkungan mencakup semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan memengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia serta jasad-jasad hidup lainnya. Dalam pengertian secara modern, hukum lingkungan lebih berorientasi pada lingkungan atau Environment-Oriented Law, sedang hukum lingkungan yang secara klasik lebih menekankan pada orientasi penggunaan lingkungan atau Use-Oriented Law.

Hukum Lingkungan Modern

Dalam hukum lingkungan modern, ditetapkan ketentuan dan norma-norma guna mengatur tindak perbuatan manusia dengan tujuan untuk melindungi lingkungan dari kerusakan dan kemerosotan mutunya demi untuk menjamin kelestariannya agar dapat secara langsung terus-menerus digunakan oleh generasi sekarang maupun generasi-generasi mendatang. Hukum Lingkungan modern berorientasi pada lingkungan, sehingga sifat dan waktunya juga mengikuti sifat dan watak dari lingkungan itu sendiri dan dengan demikian lebih banyak berguru kepada ekologi. Dengan orientasi kepada lingkungan ini, maka Hukum Lingkungan Modern memiliki sifat utuh menyeluruh atau komprehensif integral, selalu berada dalam dinamika dengan sifat dan wataknya yang luwes.

Hukum Lingkungan Klasik

Sebaliknya Hukum Lingkungan Klasik menetapkan ketentuan dan norma-norma dengan tujuan terutama sekali untuk menjamin penggunaan dan eksploitasi sumber-sumber daya lingkungan dengan berbagai akal dan kepandaian manusia guna mencapai hasil semaksimal mungkin, dan dalam jangka waktu yang sesingkat-singkatnya. Hukum Lingkungan Klasik bersifat sektoral, serta kaku dan sukar berubah. Mochtar Kusumaatmadja mengemukakan, bahwa sistem pendekatan terpadu atau utuh harus diterapkan oleh hukum untuk mampu mengatur lingkungan hidup manusia secara tepat dan baik, sistem pendekatan ini telah melandasi perkembangan Hukum Lingkungan di Indonesia. Drupsteen mengemukakan, bahwa Hukum Lingkungan (Millieu recht) adalah hukum yang berhubungan dengan lingkungan alam (Naturalijk milleu) dalam arti seluas-luasnya. Ruang lingkupnya berkaitan dengan dan ditentukan oleh ruang lingkup pengelolaan lingkungan. Mengingat pengelolaan lingkungan dilakukan terutama oleh Pemerintah, maka Hukum Lingkungan sebagian besar terdiri atas Hukum Pemerintahan (bestuursrecht).

Hukum Lingkungan merupakan instrumentarium yuridis bagi pengelolaan lingkungan hidup, dengan demikian hukum lingkungan pada hakekatnya merupakan suatu bidang hukum yang terutama sekali dikuasai oleh kaidah-kaidah hukum tata usaha negara atau hukum pemerintahan. Untuk itu dalam pelaksanaannya aparat pemerintah perlu memperhatikan “Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik” (Algemene Beginselen van Behoorlijk Bestuur/General Principles of Good Administration). Hal ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan kebijaksanaannya tidak menyimpang dari tujuan pengelolaan lingkungan hidup.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Surat Edaran Terbit, Guru Dilarang Beri PR ke Siswa

  • September 14, 2019

Surat Edaran Terbit, Guru Dilarang Beri PR ke Siswa

Surat Edaran Terbit, Guru Dilarang Beri PR ke Siswa

Peraturan baru diterbitkan Dinas Pendidikan Kota Blitar, Jawa Timur.

Dalam peraturan tersebut melarang guru memberikan pekerjaan rumah (PR) untuk siswanya.

Dengan dilarangnya pemberian PR ini, siswa diharapkan dapat memiliki lebih banyak waktu untuk belajar tentang pendidikan karakter di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Kami akan membuat surat edaran (SE) untuk sekolah-sekolah soal larangan

memberi PR ke siswa. Pelajaran sekolah kami harap selesai di sekolah. Siswa biar punya waktu belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, M Sidik, Senin (16/7/2018).

Menurut Sidik, kebijakan tersebut sebenarnya sudah mulai berjalan sejak tahun ajaran lalu setelah Disdik menerapkan lima hari sekolah untuk siswa SMP.

“Siswa juga butuh belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat. Sekarang

banyak siswa yang tidak bisa membedakan mana daun salam mana daun kunyit. Pendidikan seperti itu hanya ada di lingkungan keluarga,” tambah Sidik.

Waktu luang siswa dapat dimanfaatkan untuk belajar hal-hal lain seperti memasak, bertanam, berkesenian,mengaji, dan berbagai kegiatan positif lainnya.

 

Baca Juga :

Jangan Asal-asalan Dirikan PAUD

  • September 14, 2019

Jangan Asal-asalan Dirikan PAUD

Jangan Asal-asalan Dirikan PAUD

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengingatkan

agar tidak asal-asalan men­dirikan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia.

Hal itu karena peran PAUD sangat penting dalam membentuk karakter anak di usia emasnya.

“Kalau asal yang penting berjalan (PAUD) itu tentu tidak akan bisa optimal mendidik anak usia emas. Jadi, jangan sampai salah treatment,” kata Sekretaris

Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Didik Suhardi, Sabtu (14/7).

Didik mengatakan, sebanyak 97 persen PAUD dikelola mas­yarakat. Maka dari itu, dia me­minta agar pemerintah daerah dan masyarakat se­tempat turut mengawasi lem­baga PAUD yang ada di ling­kungannya. Mengingat hingga saat ini jumlah PAUD di seluruh Indonesia cukup banyak, yaitu sekitar 225 ribu lembaga.

“Perkembangan PAUD ini luar biasa, tapi memang kita harus melihat jangan sampai ada masyarakat yang men­dirikan PAUD ini asal jalan,” kata dia.

Sementara itu, dia juga me­nyam­paikan, sejak 2016, Ke­men­dikbud juga telah mema­sukkan biaya operasional pen­didikan (BOP) PAUD ke dalam dana alokasi khusus (DAK) setiap daerah.

Hal itu merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat kepada lembaga PAUD.

Anggaran tersebut akan dibagi­kan berdasarkan jumlah siswa di setiap lembaga PAUD.

Namun, menurut dia, mak­simal siswa yang mendapat BOP PAUD di setiap lembaga yaitu sebanyak 120 siswa de­ngan jumlah uang Rp600 ribu per siswa. Dengan adanya BOP PAUD, dia berharap, ke depan kualitas PAUD bisa se­makin baik.

“Harapannya, ya, setelah ada BOP PAUD bisa mening­katkan layanan PAUD di semua daerah,” katanya.(rep)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Wisudawan Disematkan Pin Iluni Smanda

  • September 14, 2019

Wisudawan Disematkan Pin Iluni Smanda

Wisudawan Disematkan Pin Iluni Smanda

Acara pelepasan SMAN 2 Bogor di gedung Braja Mustika

, Rabu (9/5) lalu, meng­usung tema Bral Geura Miang, Tungtut Elmu Anu Luhung Jembar Panalar Motekar.

Wakasek Bidang Humas SMAN 2 Bogor Ade Hartini menyam­paikan keberhasilan yang sudah diraih alumni tahun ini selama proses belajar. Dari total jumlah siswa yang lulus 347 orang, yang diterima SNMPTN sebanyak 55 orang dari seleksi rapor bersifat nasional, di Turki satu orang, dan seleksi mandiri diadakan universitas berdasarkan prestasi, diterima di Telkom 15 orang, D3 IPB 12 orang, dan PPKB UI 12 orang.

”Total ada 85 orang sudah mendapat tempat di perguruan tinggi atas prestasinya,

ditambah dengan yang nanti akan mengikuti SBMPTN,” bebernya pada Radar Bogor.

Ade berharap, lulusan tahun ini dapat melanjutkan ke universitas yang memang sudah dicita-citakan. Terlebih sekarang sudah didukung dan ditemani Iluni (ikatan alumni) yang akan membuat lebih sukses dari sebelumnya. “Ada 347 siswa yang lulus, dan harus bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya sesuai impian mereka. Harus lebih berhasil dan sukses dari sebelumnya,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan Pudji Hartanto yang merupakan ketua Iluni.

Tahun ini merupakan tahun pertama diadakan rangkaian giat pengukuhan secara resmi dan simbolik untuk wisudawan sebagai anggota Iluni Smanda. Dengan penyematan pin Iluni serta pembacaan ikrar oleh ketua Iluni yang diikuti sebanyak 347 Wisudawan.

”Jumlah alumni sudah men­capai 15.000 anggota, dan sampai sekarang sudah ada 53 angkatan. Alumni berprestasi tahun ini ada 20 orang,” bebernya.

Adapun harapan yang disam­­paikan Pudji untuk seluruh anggota Iluni agar terus meningkatkan iman dan takwa guna jaga moralitas. Selalu menjaga nama baik almamater Smanda Bogor. Pendidikan, pengetahuan keterampilan, dan berprestasi sesuai ikrar yang disampaikan harus terus ditingkatkan.

”Ditambah dengan proaktif dan aktif selalu dalam kegiatan Smanda sesuai visi Iluni, dan terus berbakti mengabdi kepada bangsa dan negara,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Ketua panitia acara serta anggota Iluni, Muhammad Idrus me­nga­­takan, keberhasilan acara pele­pasan ini tidak lepas dari para wali murid yang sudah dapat bekerja sama secara baik. (cr4/c)

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Universitas Pattimura Wisuda 1.121 Sarjana Baru

  • September 8, 2019

Universitas Pattimura Wisuda 1.121 Sarjana Baru

Universitas Pattimura Wisuda 1.121 Sarjana Baru

Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Prof. Thomas Pentury mewisuda 1.121

sarjana baru yang terdiri dari 1.039 sarja strata satu (S1) dan 82 pasca sarjana (S2) dalam rapat senat terbuka luar biasa Unpatti.

“Dari 1.121 sarjana dan pascasarjana baru tersebut, 47 orang di antaranya dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude,” kata Thomas Pentury, di Ambon, Kamis (27/8).

Mereka yang meraih predikat cumlaude terbaik adalah Amalia Fitri Ambon dari

program studi manajemen sumber daya kelautan dan perikanan dengan indeks prestsi (IP) 3,86, masa kuliah di bawah 1,6 tahun.

Menurut Thomas Pentury, saat ini Unpatti Ambon berada dalan era kompetitif sehingga terus berupaya meningkatkan kualitas perguruan tinggi itu dengan melibatkan seluruh potensi sumber daya alam, termasuk di dalamnya melakukan riset-riset ilmiah baik berskala nasional maupun internasional.

Peningkatan status akreditas juga menjadi modal bagi Unpatti untuk terus maju

dan berkembang serta mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).

“Sejak didirikan tahun 1973, Unpatti selama ini telah menelorkan banyak lulusan yang ikut memiliki andil dan berperan aktif dalam memajukan program pembangunan di Maluku,” tandasnya.

Khusus untuk periode Bulan April hingga Juli 2015, Unpatti Ambon telah mendapatkan tambahan lima tenaga doktor baru dari berbagai disiplin ilmu, sementara sejumlah calon doktor juga masih menyelesaikan studi mereka di luar daerah.

Momen rapat senat terbuka luar biasa Unpatti Ambon ini juga dimanfaatkan para fotograper lepas maupun dari sejumlah pengusaha studio foto untuk mencari keuntungan dengan menawarkan jasa foto kilat.

Mereka membuka stan-stan kecil lengkap dengan lukisan buku di halaman ruang rapat senat langsung dan menawari jasanya kepada para wisudawan yang hadir bersama orang tua dan kerabat dengan tarif Rp30.000 per foto.

Dalam momen tersebut, sejumlah orang tua juga mengeluhkan harga karcis untuk tarif masuk kompleks Unpatti yang bervariasi antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per kendaraan

 

Baca Juga :

Dikbud Maluku Gelar Penyusunan K-13 Bagi Guru SLB

  • September 8, 2019

Dikbud Maluku Gelar Penyusunan K-13 Bagi Guru SLB

Dikbud Maluku Gelar Penyusunan K-13 Bagi Guru SLB

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku menggelar pelatihan

Penyusunan Kurikulum 2013 (K-13), diikuti 25 peserta yaitu Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dari 11 kabupaten/kota di Maluku, berlangsung di hotel Marina Ambon, Rabu (19/8).

Kepala Dinas P dan K Provinsi Maluku, Drs. M. Saleh Thio, M.Si dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Bidang Dikdas Drs. D. Patty, M.Si, saat membuka pelatihan K-13 tersebut mengatakan, Kurikulum 2013 memiliki ciri khusus yakni Pembelajaran dengan Pendekatan Sainstifik serta Penilaian bersifat Autentik, sehingga ciri inilah membuat K-13 berbeda dengan kurikulum sebelumnya.

Sainstifik merupakan pembelajaran yang prosesnya dirancang agar peserta didik aktif

mengkonstruksi konsep, dimana hukum atau prinsip pengetahuan melalui tahapan mengamati, merumuskan masalah dan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis dan menarik kesimpulan, serta mengkomunikasikan konsep, hukum dan prinsip yang ditemukan.

Sedangkan Autentik merupakan penilaian hasil belajar para pendidik

, yang diterapkan berdasarkan prinsip, sahih, objektif, adil, terpadu, terbuka, holistik, sistematis, akuntabel, edukatif dan berkesinambungan.

Diakui, implementasi K-13 untuk Sekolah Luar Biasa sangat berat karena memiliki tantangan tersendiri, dimana selain diperhadapkan dengan pembelajaran pendekatan Sainstifik dan prinsip Autentik sesuai tuntutan Kurikulum, juga diperhadapkan dengan melayani peserta didik yang memiliki keterbatasan fisik, mental maupun intelektual.

Namun konsep pengembangan K-13 telah diarahkan pada penumbuhan budaya dan karakter bangsa, melalui proses pembiasaan di sekolah, yang terintegrasi pada mata pelajaran serta kegiatan ekstrakurikuler. Karenanya kegiatan ini harus segera dilaksanakan dan menjadi bagian proses pembiasaan, pembudayaan di setiap sekolah.

Diharapkan, para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik dan serius, sehingga ilmu yang diterima dapat diterapkan dengan baik di sekolah masing-masing.(TM04)

 

Sumber :

https://busbagus.co.id/sejarah-jerman/

Dikbud Gelar Kegiatan Pendamping K 13 Bagi Wakasek SMA/SMK

  • September 8, 2019

Dikbud Gelar Kegiatan Pendamping K 13 Bagi Wakasek SMA/SMK

Dikbud Gelar Kegiatan Pendamping K 13 Bagi Wakasek SMA SMK

Melalui kajian akademis yang panjang dan ketat maka sudah saatnya pemerintah menggantikaan KTSP

dengan Kurikulum 2013 (K-13), dengan orientasi tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap, ketrampilan dan pengetahuan serta cara pembelajaran yang holistik dan menyenangkan.

K-13 akan menganut sistem pembelajaran tematik, integratif dan terintegrasi, sehingga terjadi pengurangan mata pelajaran, tetapi terjadi penambahan jam mata pelajaran. Selain itu perangkat kurikulum seperti Silabus dan Rencana Pengembangan Pembelajaran (RPP) akan disiapkan di pusat, agar guru tidak lagi menyiapkan administrasi tersebut dan hanya menggunakannya, sehingga guru memiliki banyak waktu mempersiapkan materi dan sumber belajar.

Demikian disampaikan Kadis Dikbud Maluku Drs.M. Saleh Thio, M.Si

dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Drs.M. Lohy, MT saat membuka kegiatan pendamping Kurikulum 2013 bagi Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) tingkat SMA dan SMK se-Maluku di Hotel Wijaya Ambon (10/8).

Dikemukakan, banyak regulasi yang mengatur tentang pendidikan dan tenaga kependidikan, seperti UU Nomor 20 Tahun 2003, Permen Diknas Nomor 16 Tahun 2007 tetang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, dimana isi dari regulasi tersebut banyak mengatur berbagai hak dan kewajiban seorang pendidik.

Profesi dan penghargaan menjadikan pendidik saat ini tidak mudah, karena jabatan guru

merupakan jabatan profesi yang memerlukan keahlian, kemahiran dan kecakapan dengan standar mutu tertentu, selain itu guru juga memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, melakukan penilaian dan evaluasi peserta didik tandasnya.

Ketua panitia kegiatan Salmin, S.Pd. M.Si melaporkan, pelaksanaan kegiatan ini didasari pada SK Kadis Dikbud Nomor,420/154/2015 tanggal 30 Juni 2015, dengan tujuan menyelenggarakan kegiatan pendamping bagi Wakasek SMA,SMK se-Maluku, guna meningkatkan pemahaman serta menyamakan persepsi tentang konsep pelaksanaan K-13.

Diharapkan ke-33 Wakasek dari 11 kabupaten/kota se-Maluku mampu memahami implementasi konsep K-13 SMA/SMK, serta mampu mengembangkan proses pembelajaran dan penilaian yang tepat, serta memiliki kemampuan menguasai substansi materi dengan baik.

Kegiatan ini dibiayai dari dana APBD Maluku melalui Satker Daerah Dinas Dikbud Provinsi Maluku, yakni kegiatan Pendamping Kurikulum 2013 bagi Wakasek dengan Kurikulum SMA/SMK Tahun Anggaran 2015

 

Sumber :

https://busbagus.co.id/malam-lailatul-qadar/

Peningkatan Karir

  • September 3, 2019

Peningkatan Karir

Peningkatan Karir
Semakin berkembangnya teknologi, semakin diperlukannya juga pengembangan keahlian dalam berkarir dalam dunia kerja untuk mendalami setiap profesi yang dijalani. Kompetisi dalam dunia kerja terus terjadi untuk memperoleh peningkatan karir yang ingin dicapai. Oleh karena itu kita harus mampu bersaing dengan yang lain agar dapat terus meningkat dalam karir. Selain itu kita juga harus menumbuhkan keinginan untuk terus berusaha dalam meningkatkan prestasi kerja agar dapat memperoleh kepuasan tersendiri dalam bekerja.
Dan yang perlu kita ketahui bahwa cara terbaik untuk berkompetisi dalam dunia kerja adalah dengan cara meningkatkan kompetensi yang dapat membuat kita terus lebih unggul dari yang lainnya. Tentunya untuk melakukan hal tersebut kita tidak cukup cuma memiliki keahlian di bidang kita saja, tapi kita juga perlu menguasai keahlian-keahlian lainnya yang dapat mendukung keahlian utama yang sudah dimiliki.Berikut ini ada 4 macam keahlian yang perlu dikuasai untuk mendukung peningkatan karir (Haryanto Kandani – Motivator & Self Improvement Trainer) :

(1) Selling Skill
Kemampuan menjual harus dikuasai oleh setiap orang yang ingin meningkat dalam karir. Kemampuan menjual ini tidak hanya harus dimiliki oleh seorang sales, tapi juga harus dimiliki oleh setiap orang yang berprofesi dan ingin meningktkan karirnya. Karena dalam bidang pekerjaan apapun seseorang harus mampu menjual, apakah itu suatu produk atau jasa, maupun “menjual diri” sendiri yang mungkin bisa diartikan seperti seorang karyawan menjual kinerjanya pada suatu perusahaan, seorang guru menjual pengetahuan, seorang designer menjual keahliannya, dan sebagainya. Intinya setiap kita bertanggung jawab penuh untuk menciptakan nilai tambah pribadi pada setiap profesi yang dijalani, maka hal itulah yang membuat nilai jual kita semakin tinggi sehingga dapat meningkatkan karir kita.

(2) Interpersonal Skill
Keahlian membangun hubungan dan berinteraksi dengan orang lain sangat dibutuhkan untuk meningkat dalam karir. Karena dalam dunia kerja hampir tiga perempat waktu kita habiskan untuk berhubungan dengan orang banyak seperti customer, supplier, atasan, rekan kerja, dan bawahan. Oleh karena itu tidak heran jika sejumlah studi ilmiah menyimpulkan 85% kunci sukses ditentukan bukan dari keahlian atau keterampilan teknis saja, melainkan kemahiran dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain. Kemampuan membina hubungan akan sangat menolong kita dalam hal kerjasama tim, membangun networking, memenangkan hati pelanggan, dan disukai banyak orang.

(3) Communication Skill
Kemampuan berkomunikasi adalah suatu alat yang penting untuk meraih kemajuan dalam karir. Fakta menunjukkan bahwa kemampuan anda mencapai tujuan sangat dipengaruhi pada kemampuan anda dalam berkomunikasi dan mempengaruhi orang lain. Keahlian ini dapat terus dilatih dan dikembangkan agar kita dapat menjadi komunikator yang handal sehingga kita dapat dengan efektif menyampaikan ide-ide, mengkomunikasikan manfaat suatu produk atau jasa yang akan menentukan suatu penjualan, dan mempresentasikan suatu proyek dalam perusahaan.

(4) Learning Skill
Seiring adanya perkembangan teknologi, informasi dapat diakses secara mudah dengan menggunakan berbagai sarana. Beberapa informasi tertentu dapat menjadi sangat berharga yang mendatangkan berbagai keuntungan. Hal inilah yang harusnya mendorong kita untuk terus menyerap sebanyak mungkin informasi yang dibutuhkan sesuai bidang kita melalui seminar, koran, internet, membaca buku bahkan belajar dari para praktisi dan ahlinya. Proses ini menuntut pembelajaran yang efektif agar kita tidak ketinggalan dengan yang lain, selain itu juga kita harus mampu menyeleksi dan mengolah informasi yang kita serap agar selalu relevan dengan diri kita. Peningkatan pengetahuan selalu diikuti dengan peningkatan kompetensi lalu diikuti dengan peningkatan karir.

Keempat skill/keahlian tersebut harus mampu dikuasai dengan baik jika kita benar-benar ingin meningkatkan karir. Untuk melakukannya maka kita harus memulainya dengan cara menginvestasikan waktu kita untuk mempelajari keahlian-keahlian tersebut sehingga kita akan merasakan hasilnya pada pengembangan dan peningkatan karir kita.

Peningkatan karir yang kita peroleh akan memberikan kepuasan tersendiri dan memciptakan rasa bangga pada diri kita atas upaya peningkatan prestasi kerja yang selama ini kita usahakan.

Baca Juga :