Anak – Anak Indonesia Jenius yang Gegerkan Dunia

  • October 11, 2019

Anak – Anak Indonesia Jenius yang Gegerkan Dunia

Anak – Anak Indonesia Jenius yang Gegerkan Dunia

Kemunculan Cendikiawan Suryaatmadja, bocah 12 tahun asal Bogor, Jawa Barat,

menggegerkan dunia. Dia merupakan mahasiswa termuda Universitas Waterloo, Kanada. Di Indonesia, ternyata tidak hanya Diki yang pernah menggegerkan dunia internasional.

Musa Bin Laode Hafish, bocah berusia 7 tahun asal Bangka, pernah membanggakan Indonesia karena berhasil menyabet gelar juara ketiga hafalan Alquran tingkat internasional di Jeddah, Arab Saudi. Dia berhasil mencengangkan masyarakat Arab karena telah menghafal sebanyak 30 juz Alquran dan pelbagai hadis penting, salah satunya Arbain Nawawi. Bahkan dalam kompetisi itu, Musa merupakan peserta paling muda.

Meski tidak menempati peringkat pertama, kemampuan Musa membuat kagum warga Arab

. Seorang pejabat di Arab Saudi juga sempat menawarkannya untuk tinggal di sana akibat mempunyai kemampuan tersebut.

Ada pula Kinantan Arya Bagaspati, seorang jenius matematika. Dia berhasil memenangkan sejumlah kompetisi matematika nasional dan internasional.

Bagi sebagian besar anak Indonesia, matematika merupakan pelajaran paling tidak disukai. Namun

, lain halnya dengan Kinantan. Bocah yang baru menduduki kursi Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu sudah menjuarai International Mathematics Contest (IMC) dan Korea International Mathematics Competition.

Kemudian, almarhum Gayatri Wailissa, seorang jenius berhasil menguasai 14 bahasa. Memang sudah dua tahun silam dia meninggal, namun namanya tetaplah harum.

Semasa hidupnya, Gayatri pernah menjadi Duta Anak Tingkat ASEAN. Selain itu, dia juga sering menyabet beragam penghargaan internasional, di antaranya Medali Perunggu Science Astronomy 2012, Penerima Anugerah Tunas Muda Pemimpin Indonesia 2013 dari Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta sebagai delegasi anak di beberapa konferensi internasional tingkat Asia.

Itulah beberapa anak jenius Indonesia yang telah menggegerkan dunia dengan segudang prestasi mereka. Semoga ke depannya, Indonesia akan tetap dipandang baik oleh dunia.*

 

Baca Juga :

Orang Tua Siswa Wajib Tau, Kemendikbud Keluarkan Aturan Baru Berikut Isinya…!!

  • October 11, 2019

Orang Tua Siswa Wajib Tau, Kemendikbud Keluarkan Aturan Baru Berikut Isinya…!!

Orang Tua Siswa Wajib Tau, Kemendikbud Keluarkan Aturan Baru Berikut Isinya…!!

Sebagaimana yang kita ketahui libur pangjang akhir semester sekolah akan segera berakhir,

dengan demikian kini saatnya kita kembali ke sekolah. Terkait hari pertama masuk sekolah, ada aturan baru yang penting diketahui oleh para orang tua saat ini.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerbitkan Permendikbud 18/2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah. Permen tersebut melarang seluruh aksi perploncoan dan perlu diketahui orang tua dan wali murid saat tahun ajaran baru 2016/2017 dimulai, Senin lusa.

“Perlu diketahui, masa Orientasi Siswa Baru berubah namanya menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Sesuai Permendikbud 18/2016,” ujar Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdadmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad, Sabtu (16/7).

Untuk itu, segala atribut yang kerap dikenakan oleh murid baru, sudah dilarang dipakai. Hal ini, berdasarkan Lampiran III

Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 terkait larangan penggunaan atribut yang berindikasi plonco

. Mulai dari, tas karung, tas belanja plastik, dan sejenisnya. Kemudian, kaos kaki berwarna-warni tidak simetris, dan alas kaki yang tidak wajar.

 

Sumber :

https://gumroad.com/l/writingcopy

Parah…!!! Diduga Bukan Hanya Jual LKS, SMPN 14 Dumai Juga Sewakan Buku Paket Dana BOS kepada Siswa

  • October 11, 2019

Parah…!!! Diduga Bukan Hanya Jual LKS, SMPN 14 Dumai Juga Sewakan Buku Paket Dana BOS kepada Siswa

Parah…!!! Diduga Bukan Hanya Jual LKS, SMPN 14 Dumai Juga Sewakan Buku Paket Dana BOS kepada Siswa

Sangat luar biasa Kepsek Sekolah SMPN 14 Selain menjual Buku Lembaran Kerja Siswa

(LKS) yang nominalnya mencapai Ratusan ribu rupiah, yang belum lama ini terus menerus di beritakan oleh awak media, namun sepertinya hingga saat ini tidak ada tindakan tegas dari pihak Dinas Pendidikan sangsi apa yang dikenakan kepada Yunir Selaku Kepala Sekolah, yang sudah jelas mengabaikan Permendikbud No.8 Tahun 2016 kemudian mengabaikan perintah surat edaran dari Dinas Pendidikan Dumai. Sepertinya pemberitaan tersebut hanya di anggap sebagai angin lalu.

Belum selesai persoalan penjualan buku LKS terhadap muridnya, kini muncul lagi persoalan baru

bahwa Sekolah SMPN 14, telah menyewakan buku paket mata pelajaran kepada muridnya. Hal ini terungkap dari salah satu orang tua murid yang anaknya bersekolah di SMPN 14 tersebut, bahwa anaknya di sarankan untuk menyewa buku paket mata pelajaran dengan nominal Rp.2.000/buku di kalikan 7 Mata Pelajaran.

Padahal sudah jelas-jelas di ketahui oleh Yunir bahwa buku LKS dan Buku Paket Mata Pelajaran

tersebut tidak boleh di perjual belikan dan di sewakan kepada murid, sebab itu sudah di tanggung oleh dana BOS.

“Saya sangat heran di sekolah SMPN 14 ini sepertinya semua di jadikan bisnis untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah dengan tujuan keuntungan pribadi, padahal sudah jelas Pemerintah menjamin anak Program Wajib Belajar 9 Tahu. Namun sepertinya Yunir selaku Kepala Sekolah SMPN 14 merasa kurang dengan gaji yang di berikan oleh pemerintah, sehingga ia mnecari uang tambahan untuk kepentingan pribadinya” Ujar Salah satu orang tua murid yang enggan di publikasikan namanya (15/11/2016).

Di sisi lain Ketua GNPK-RI melalui Sekretaris Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Dumai Hendra Gunawan menanggapi persoalan yang di lakukan oleh Yunir selaku Kepsek SMPN 14 sudah benar-benar melanggar aturan.

“ini sangat luar biasa yang di lakukan oleh Yunir sebagai Kepala Sekolah SMPN 14, bahwa ia sudah sepatutnya di beri sangsi tegas oleh Kepala Dinas Pendidikan Drs.H.Sya’Ari.MP, Sebab Yunir sudah jelas melanggar PERMENDIKBUD RI No.80 Tahun 2015 tentang Dana BOS, dan Yunir sudah melanggar pasal 4 Ayat A. Membebaskan pungutan bagi seluruh peserta didik SD/SDLB dan SMP/SMPLB/SD-SMP Satap/SMPT Negeri terhadap biaya operasi satuan pendidikan,” Ujar Hendra.

 

Sumber :

https://gumroad.com/l/CopyWritingEbook

Dampak Negatif Konflik

  • October 8, 2019

Dampak Negatif Konflik

Dampak Negatif Konflik

Dampak negatif konflik (Wijono, 1993, p.2), sesungguhnya disebabkan oleh kurang efektif dalam pengelolaannya yaitu ada kecenderungan untuk membiarkan konflik tumbuh subur dan menghindari terjadinya konflik. Akibatnya muncul keadaan-keadaan sebagai berikut:
1. Meningkatkan jumlah absensi karyawan dan seringnya karyawan mangkir pada waktu jam-jam kerja berlangsung seperti misalnya ngobrol berjam-jam sambil mendengarkan sandiwara radio, berjalan mondar-mandir menyibukkan diri, tidur selama pimpinan tidak ada di tempat, pulang lebih awal atau datang terlambat dengan berbagai alasan yang tak jelas.
2. Banyak karyawan yang mengeluh karena sikap atau perilaku teman kerjanya yang dirasakan kurang adil dalam membagi tugas dan tanggung jawab.
Seringnya terjadi perselisihan antar karyawan yang bisa memancing kemarahan, ketersinggungan yang akhirnya dapat mempengaruhi pekerjaan, kondisi psikis dan keluarganya.
3. Banyak karyawan yang sakit-sakitan, sulit untuk konsentrasi dalam pekerjaannya, muncul perasaan-perasaan kurang aman, merasa tertolak oleh teman ataupun atasan, merasa tidak dihargai hasil pekerjaannya, timbul stres yang berkepanjangan yang bisa berakibat sakit tekanan darah tinggi, maag ataupun yang lainnya.
4. Seringnya karyawan melakukan mekanisme pertahanan diri bila memperoleh teguran dari atasan, misalnya mengadakan sabotase terhadap jalannya produksi, dengan cara merusak mesin-mesin atau peralatan kerja, mengadakan provokasi terhadap rekan kerja, membuat intrik-intrik yang merugikan orang lain.
5. Meningkatnya kecenderungan karyawan yang keluar masuk dan ini disebut labor turn-over. Kondisi semacam ini bisa menghambat kelancaran dan kestabilan organisasi secara menyeluruh karena produksi bisa macet, kehilangan karyawan potensial, waktu tersita hanya untuk kegiatan seleksi dan memberikan latihan dan dapat muncul pemborosan dalam cost benefit.

Konflik yang tidak terselesaikan dapat merusak lingkungan kerja sekaligus orang-orang di dalamnya, oleh karena itu konflik harus mendapat perhatian. Jika tidak, maka seorang manajer akan terjebak pada hal-hal seperti:
1. Kehilangan karyawan yang berharga dan memiliki keahlian teknis. Dapat saja mereka mengundurkan diri. Manajer harus menugaskan mereka kembali, dan contoh yang paling buruk adalah karena mungkin Manajer harus memecat mereka.
2. Menahan atau mengubah informasi yang diperlukan rekan-rekan sekerja yang lurus hati agar tetap dapat mencapai prestasi.
3. Keputusan yang lebih buruk yang diambil oleh perseorangan atau tim karena mereka sibuk memusatkan perhatian pada orangnya, bukan pada masalahnya.
4. Kemungkinan sabotase terhadap pekerjaan atau peralatan. Seringkali dimaklumi sebagai faktor “kecelakaan” atau “lupa”. Namun, dapat membuat pengeluaran yang diakibatkan tak terhitung banyaknya.
5. Sabotase terhadap hubungan pribadi dan reputasi anggota tim melalui gosip dan kabar burung. Segera setelah orang tidak memusatkan perhatian pada tujuan perubahan, tetapi pada masalah emosi dan pribadi, maka perhatian mereka akan terus terpusatkan ke sana.
6. Menurunkan moral, semangat, dan motivasi kerja. Seorang karyawan yang jengkel dan merasa ada yang berbuat salah kepadanya tidak lama kemudian dapat meracuni seluruh anggota tim. Bila semangat sudah berkurang, manajer akan sulit sekali mengobarkannya kembali.
7. Masalah yang berkaitan dengan stres. Ada bermacam-macam, mulai dari efisiensi yang berkurang sampai kebiasaan membolos kerja. (Stevenin,2000 : 131-132).

Baca Juga : 

Dampak Konflik

  • October 8, 2019

Dampak Konflik

Dampak Konflik

Konflik dapat berdampak positif dan negatif yang rinciannya adalah sebagai berikut :
1. Dampak Positif Konflik
Menurut Wijono (1993:3), bila upaya penanganan dan pengelolaan konflik karyawan dilakukan secara efisien dan efektif maka dampak positif akan muncul melalui perilaku yang dinampakkan oleh karyawan sebagai sumber daya manusia potensial dengan berbagai akibat seperti:
1. Meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan dalam menggunakan waktu bekerja, seperti hampir tidak pernah ada karyawan yang absen tanpa alasan yang jelas, masuk dan pulang kerja tepat pada waktunya, pada waktu jam kerja setiap karyawan menggunakan waktu secara efektif, hasil kerja meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya.
2. Meningkatnya hubungan kerjasama yang produktif. Hal ini terlihat dari cara pembagian tugas dan tanggung jawab sesuai dengan analisis pekerjaan masing-masing.
3. Meningkatnya motivasi kerja untuk melakukan kompetisi secara sehat antar pribadi maupun antar kelompok dalam organisasi, seperti terlihat dalam upaya peningkatan prestasi kerja, tanggung jawab, dedikasi, loyalitas, kejujuran, inisiatif dan kreativitas.
4. Semakin berkurangnya tekanan-tekanan, intrik-intrik yang dapat membuat stress bahkan produktivitas kerja semakin meningkat. Hal ini karena karyawan memperoleh perasaan-perasaan aman, kepercayaan diri, penghargaan dalam keberhasilan kerjanya atau bahkan bisa mengembangkan karier dan potensi dirinya secara optimal.
5. Banyaknya karyawan yang dapat mengembangkan kariernya sesuai dengan potensinya melalui pelayanan pendidikan (education), pelatihan (training) dan konseling (counseling) dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Semua ini bisa menjadikan tujuan organisasi tercapai dan produktivitas kerja meningkat akhirnya kesejahteraan karyawan terjamin.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Sumber-Sumber Konflik

  • October 8, 2019

Sumber-Sumber Konflik

Sumber-Sumber Konflik

1. Konflik Dalam Diri Individu (Intraindividual Conflict)
A. Konflik yang berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai (goal conflict)
Menurut Wijono (1993, pp.7-15), ada tiga jenis konflik yang berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai (goal conflict), yaitu:
1) Approach-approach conflict, dimana orang didorong untuk melakukan pendekatan positif terhadap dua persoalan atau lebih, tetapi tujuan-tujuan yang dicapai saling terpisah satu sama lain.
2) Approach-Avoidance Conflict, dimana orang didorong untuk melakukan pendekatan terhadap persoalan-persoalan yang mengacu pada satu tujuandan pada waktu yang sama didorong untuk melakukan terhadap persoalan-persoalan tersebut dan tujuannya dapat mengandung nilai positif dan negatif bagi orang yang mengalami konflik tersebut.
3) Avoidance-Avoidance Conflict, dimana orang didorong untuk menghindari dua atau lebih hal yang negatif tetapi tujuan-tujuan yang dicapai saling terpisah satu sama lain.
Dalam hal ini, approach-approach conflict merupakan jenis konflik yang mempunyai resiko paling kecil dan mudah diatasi, serta akibatnya tidak begitu fatal.

B. Konflik yang berkaitan dengan peran dan ambigius
Di dalam organisasi, konflik seringkali terjadi karena adanya perbedaan peran dan ambigius dalam tugas dan tanggung jawab terhadap sikap-sikap, nilai-nilai dan harapan-harapan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi.
Filley and House memberikan kesimpulan atas hasil penyelidikan kepustakaan mengenai konflik peran dalam organisasi, yang dicatat melalui indikasi-indikasi yang dipengaruhi oleh empat variabel pokok yaitu :
1) Mempunyai kesadaran akan terjadinya konflik peran.
2) Menerima kondisi dan situasi bila muncul konflik yang bisa membuat tekanan-tekanan dalam pekerjaan.
3) Memiliki kemampuan untuk mentolelir stres.
4) Memperkuat sikap/sifat pribadi lebih tahan dalam menghadapi konflik yang muncul dalam organisasi (Wijono, 1993, p.15).

Stevenin (2000, pp.132-133), ada beberapa faktor yang mendasari munculnya konflik antar pribadi dalam organisasi misalnya adanya:
1. Pemecahan masalah secara sederhana. Fokusnya tertuju pada penyelesaian masalah dan orang-orangnya tidak mendapatkan perhatian utama.
2. Penyesuaian/kompromi. Kedua pihak bersedia saling memberi dan menerima, namun tidak selalu langsung tertuju pada masalah yang sebenarnya.
Waspadailah masalah emosi yang tidak pernah disampaikan kepada manajer. Kadang-kadang kedua pihak tetap tidak puas.
3. Tidak sepakat. Tingkat konflik ini ditandai dengan pendapat yang diperdebatkan. Mengambil sikap menjaga jarak. Sebagai manajer, manajer perlu memanfaatkan dan menunjukkan aspek-aspek yang sehat dari ketidaksepakatan tanpa membiarkan adanya perpecahan dalam kelompok.
4. Kalah/menang. Ini adalah ketidaksepakatan yang disertai sikap bersaing yang amat kuat. Pada tingkat ini, sering kali pendapat dan gagasan orang lain kurang dihargai. Sebagian di antaranya akan melakukan berbagai macam cara untuk memenangkan pertarungan.
5. Pertarungan/penerbangan. Ini adalah konflik “penembak misterius”. Orang-orang yang terlibat di dalamnya saling menembak dari jarak dekat kemudian mundur untuk menyelamatkan diri. Bila amarah meledak, emosi pun menguasai akal sehat. Orang-orang saling berselisih.
6. Keras kepala. Ini adalah mentalitas “dengan caraku atau tidak sama sekali”.
Satu-satunya kasih karunia yang menyelamatkan dalam konflik ini adalah karena biasanya hal ini tetap mengacu pada pemikiran yang logis. Meskipun demikian, tidak ada kompromi sehingga tidak ada penyelesaian.
7. Penyangkalan. Ini adalah salah satu jenis konflik yang paling sulit diatasi karena tidak ada komunikasi secara terbuka dan terus-terang. Konflik hanya dipendam. Konflik yang tidak bisa diungkapkan adalah konflik yang tidak bisa diselesaikan.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Prof Yuddy: Indonesia Perlu Melakukan Political Engineering

  • October 4, 2019

Prof Yuddy: Indonesia Perlu Melakukan Political Engineering

Prof Yuddy Indonesia Perlu Melakukan Political Engineering

Indonesia harus rasional dalam mengambil pilihan industri yang akan dikembangkan.

Sekalipun sebenarnya, telah memiliki semua jenis industri. Mulai dari industri ekstraktif hingga industri yang berbasiskan teknologi tinggi (high technology).
Prof Dr Yudi Chrisnandi
SUHENDRIK/BANDUNG EKSPRESORASI ILMIAH: Prof Dr Yuddy Chrisnandi berbicara tentang perlunya pembangunan berorientasi jangka panjang di Unas, Sabtu lalu.

Oleh karena itu, perlu dilakukan political engineering pembangunan ekonomi industri yang berorientasi jangka panjang. Dengan inisiatif pemimpin tertinggi pemerintahan untuk mengajak para pemimpin politik dan pemimpin pemerintahan lainnya, membuat kesepakatan tentang rencana pembangunan ekonomi industri Indonesia masa depan.

Hal itu ditegaskan Prof Dr H Yuddy Chrisnandi M E dalam pidato pengukuhan Guru Besar

Universitas Nasional di Jakarta, Sabtu (23/5). ”Political engineering diperlukan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat dan terhormat di tengah pergaulan antar bangsa di dunia. Dan memberikan kemakmuran seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia,” ujar dia.

Acara pengukuhan guru besar dimaksud dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja. Seperti, Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi, Menteri Perindustrian, Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Menteri Komunikasi Informasi dan Teknologi, Menteri Pertania, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Sosial, Menteri PDT, Menteri Pemberdayaan Perempuan, Kepala BIN, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, para Rektor Perguruan Tinggi, Gunernur, Bupati dan Wali Kota. Hadir pula Mantan Wakil Presiden ke-6 RI Tri Sutrisno dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto. Serta, sejumlah pejabat tinggi dari Partai Politik seperti Abu Rizal Bakrie, Akbar Tandjung, dan sebagainya.

Yuddy menyampaikan pidato berjudul ’Pembangunan Ekonomi Industri dan Kebijakan Publik

untuk Kesejahteraan Rakyat’. Yuddy mengungkapkan, industri yang dikembangkan bukan untuk mengejar ketertinggalan atau bertarung dengan negara industri terkemuka dunia (Top 10 Technology Oriented Countries) seperti Jepang, Amerika, Jerman, Kanada. Namun, Indonesia harus berani mengambil keputusan, untuk mengembangkan industri yang memiliki keunggulan komparatif. Industri ini harus bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya beli rakyat, perluasan lapangan kerja, keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi yang luas untuk menghasilkan devisa nasional yang sebesar-besarnya sebagai modal pembangunan yang berkelanjutan.

Menurut pria kelahiran Bandung tanggal 29 Mei 1968, yang kini menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ini, pembangunan ekonomi industri seharusnya berbasis pada keunggulan komparatif lokal atau kewilayahan. Menekankan pentingnya kelestarian lingkungan hidup dalam pemanfaatan sumber daya alam sebagai material produksi. ’’Pembangunan dan pengembangan industri ekstraktif tanpa meninggalkan industri berteknologi tinggi, serta sektor manufaktur lainnya. Dengan melibatkan keunggulan ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja, sehingga mampu meningkatkan pendapatan nasional berlipat ganda,” jelas dia.

 

Baca Juga :

Bangunan Baru Terganjal Lelang

  • October 4, 2019

Bangunan Baru Terganjal Lelang

Bangunan Baru Terganjal Lelang

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung, membantah pihaknya tidak serius membangun gedung baru untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lebakwangi 1 di Kampung Pasirjati, Desa Lebakwangi, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) TK/SD Disdikbud Kabupaten Bandung Maman Sudrajat

, belum dibangunnya gedung sekolah tersebut karena terbentur peraturan. Pasalnya, pembangunan sekolah harus melalui berbagai persyaratan dan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. ’’Sekarang ini baru masuk tahap lelang, jadi kami masih menunggu proses lelang. Kalau sudah ada yang menang dalam lelang, baru mulai ditentukan pembangunannya. Makanya pembangunan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini,’’ ujar Maman kepada Soreang Ekspres (Grup Bandung Ekspres) saat ditemui di kantornya kemarin (28/5).

Meski begitu, Maman tidak menampik bahwa pembangunan SDN Lebakwangi 1 sudah dijanjikan akan mulai dilakukan pada April lalu. Namun, kata dia, untuk membangun sebuah gedung sekolah perlu adanya perencanaan yang matang. ’’Kan sebelum lelang harus ada perencanaan lokasi dulu dan proses administrasi lainnya, jadi tidak bisa cepat. Kemudian kan tidak bisa sembarang dibangun begitu saja, kontruksi bangunan juga harus benar-benar kuat agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan,’’ jelasnya.

Dirinya pun meminta pihak sekolah agar sedikit bersabar, karena proses pelelangan

akan dimulai dalam waktu dekat ini. ’’Kalau proses lelangnya tidak ada masalah, insya Allah tahun ini pembangunan sudah bisa dimulai, jadi sabar saja dulu,’’ kata dia.

Sebelumnya, sejak Januari lalu pihak sekolah sudah tidak boleh menggunakan bangunan lama yang telah diambilalih oleh ahli waris pemilik lahan. Hal tersebut mengakibatkan para siswa terlantar dan terpaksa belajar di GOR Desa Lebakwangi

Pihak sekolah pun mengaku kecewa karena sampai saat ini, pihak Disdik tidak pernah meninjau

kondisi siswa yang belajar di dalam GOR dengan disekat oleh papan triplek. Bahkan, pihak sekolah khawatir orang tua siswa akan memindahkan anak-anaknya ke sekolah lain karena melihat kondisi tersebut.

 

Sumber :

https://blog.fe-saburai.ac.id/sejarah-terbentuknya-bumi/

Tak Ingin Ada Dikotomi

  • October 4, 2019

Tak Ingin Ada Dikotomi

Tak Ingin Ada Dikotomi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung Juhana mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengadakan pertemuan terkait mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Namun, dia memperkirakan tidak akan banyak perbedaan dengan tahun lalu.

’’Saya rasa tidak akan jauh berbeda. Ada jalur prestasi, afirmasi dan non prestasi,’’ katanya kepada Soreang Ekspres (Grup Bandung Ekspres) saat ditemui di ruang kerjanya Senin (1/6).

Pada proses PPDB tahun ini, dia memiliki target tersendiri walaupun belum memiliki tekhnis resminya. Dia berharap, tidak ada lagi dikotomi lagi antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Karena selama ini, pemahaman para orang tua siswa terhadap sekolah swasta di Kabupaten Bandung seakan memandang sebelah mata. ’’Saya ingin menghapuskan pemahaman tersebut. Karena pada hakekatnya sekolah negeri ataupun sekolah swasta sama saja,’’ tambah dia.

Juhana menjelaskan, tidak ada perbedaan antara keduanya. Kurikulum

yang digunakan sama, memakai tenaga guru dengan profesionalitas yang sama pula, sarana dan prasarana pendidikan juga sama. ’’Semuanya kan telah diatur oleh standar nasional pendidikan. Baik standar isi, proses, biaya, evaluasi dan sebagainya,’’ jelasnya.

Padahal menurut dia, banyak juga sekolah swasta yang memiliki standar dan kualitas yang sangat mumpuni. Di kota-kota besar bahkan di luar negeri, biasanya kaum menengah ke atas lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah swasta karena dianggap lebih bergengsi. Seperti di Kabupaten Bandung misalnya, ada juga beberapa sekolah swasta yang dianggap high class seperti Al-Ma’soem, Al-Mabrur dan Talenta. ’’Itu merupakan sekolah-sekolah swasta yang banyak dipilih oleh masyarakat,’’ terang dia.

Tetapi, mindset masyarakat Kabupaten Bandung selama ini banyak yang masih menganggap

bersekolah di sekolah negeri lebih bagus daripada di sekolah swasta. ’’Karena itu, untuk PPDB kali ini saya ingin mengubah mindset tersebut. Para orang tua harus paham dan tidak memaksakan kehendaknya untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah negeri,’’ ungkapnya.

Seperti diketahui, di tahun-tahun sebelumnya setiap kali memasuki tahun ajaran baru

pada proses PPDB di Kabupaten Bandung, selalu diwarnai dengan kekisruhan penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah negeri akibat banyaknya orangtua yang memaksakan anaknya. Padahal, hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. ’’Saya mengimbau kepada masyarakat yang akan menyekolahkan anaknya, pilihlah sekolah yang lebih memungkinkan untuk anak agar bisa berkonsentrasi dalam belajar,’’ pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-bpupki/

Menjual Sisir

  • September 29, 2019

Menjual Sisir

Menjual Sisir

Pada suatu hari, sebuah perusahaan sisir akan mengadakan ekspansi untuk area pemasaran yang baru. Perusahaan sisir tersebut lalu membuka lowongan pekerjaan. Karyawan baru itu akan ditempatkan di Divisi Marketing. Setelah lowongan dibuka, banyak sekali orang yang mendaftarkan diri untuk mengisinya. Lebih dari 100 orang pelamar datang ke perusahaan itu setiap harinya.

Setelah melalui berbagai proses seleksi yang cukup ketat, terpilihlah tiga kandidat utama. Sebut saja A, B, dan C. Perusahaan lalu melakukan seleksi final dengan memberi tugas kepada tiga orang terpilih. Seleksi finalnya ialah A, B, dan C diminta untuk menjual sisir kepada para biksu – yang tinggal pada sebuah komplek wihara – di area pemasaran baru tersebut – dalam jangka waktu 10 hari. Bagi sebagian orang, tugas ini sangat tidak masuk akal, mengingat biksu-biksu itu berkepala gundul dan tidak pernah memerlukan sisir.

Sepuluh hari pun berlalu, akhirnya tiba saat ketiga pelamar tersebut datang kembali pada perusahaan untuk melaporkan hasil penjualannya.

Pelamar A :
Saya hanya mampu menjual satu sisir. Saya sudah berusaha menawarkan sisir itu kepada para biksu di sana, tetapi mereka malah marah-marah karena saya dikira melecehkan. Tetapi untung, ketika saya berjalan menuruni tangga, ada seorang biksu muda yang mau membeli satu sisir saya. Sisir itu akan ia gunakan untuk menggaruk kepalanya yang ketombean.

Pelamar B:
Saya berhasil menjual sepuluh buah. Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan – karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya – dan membeli 10 sisir untuk para peziarah – agar mereka menunjukkan rasa hormat pada sang Buddha – saat bersembahyang.

Pelamar C:
Saya berhasil menjual seribu buah. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari di biara itu, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana . Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, “Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.” Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir bagus dan murah. Saya lalu meminta pimpinan biksu tersebut untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir – sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir.
Memang, akhirnya perusahaan sisir tersebut menerima ketiga orang tersebut sebagai karyawan-karyawan barunya. Tetapi tentu saja posisi mereka di perusahaan dibedakan. Pelamar C ditempatkan sebagai Marketing Manajer yang baru, pelamar B menjadi asisten manajernya, sedangkan pelamar A hanya menjadi sales marketing biasa.

Kerabat Imelda…Cerita tadi menggambarkan riset yang pernah Universitas Harvard. Riset tersebut menunjukkan bahwa 85% kesukesan adalah karena sikap dan 15% adalah karena kemampuan. Sikap ternyata lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus, dan keberuntungan. Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial, dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap dalam menghadapi masalah.

Sedangkan keputusan perusahaan untuk menyuruh ketiga pelamar tersebut menjual sisir pada biksu sangat mencerminkan kata-kata Dalai Lama, “Lingkungan yang keras sangat membantu untuk membentuk kepribadian, sehingga dimiliki nyali kuat untuk menyelesaikan semua masalah.”
sooo… mungkin ini adalah salah satu jawaban kenapa saat keadaan ekonomi buruk, banyak jutawan baru baru yang bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkan sikap kerja yang benar, yaitu menitikberatkan pada pemberdayaan diri, hubungan sosial, dan adaptasi (85%) – tetapi tetap tidak melupakan skill (15%) – agar bisa mendapatkan kesuksesan yang 100%.

Baca Juga :