Pramuka Kota Bogor Terjun Bantu Korban Kebakaran

  • November 8, 2019

Pramuka Kota Bogor Terjun Bantu Korban Kebakaran

Pramuka Kota Bogor Terjun Bantu Korban Kebakaran

Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bogor menerjunkan anggota pramuka untuk membantu korban bencana

pasca-kebakaran di wilayah Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah.

Sekretaris Kwarcab Kota Bogor Ma­nurwali mengatakan, kehadiran ang­gota pramuka ini untuk membantu anggota Badan Pencegahan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mengeva­kuasi korban yang saat ini masih me­merlukan bantuan atau pertolongan.

Tugas anggota pramuka yakni meny­alurkan bantuan logistik kepada korban kebakaran

, mendampingi dan menga­jak bermain anak-anak korban kebaka­ran untuk mengatasi traumatik akibat kebakaran. ”Kami sangat peduli terhadap korban bencana,” katanya.

Kegiatan ini, sambung Manurwali, ditangani Bidang Pengabdian

Masyara­kat Kwarcab Kota Bogor di bawah bim­bingan andalan cabang yakni pembina dibantu unit BPBD dan Pramuka Kota Bogor dengan dukungan dewan kerja ranting se-Kota Bogor. ”Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan meringankan kesulitan yang tengah dialami saudara kita,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

Program GLS di Kota Hujan kian Mewabah

  • November 8, 2019

Program GLS di Kota Hujan kian Mewabah

Program GLS di Kota Hujan kian Mewabah

Direktur Pembi­naan (Direpem) SMP Kementerian Pen­didikan Kebudayaan

(Kemendikbud) Supriano mengatakan, pada 2045 Indo­nesia bercita-cita mencetak dan melahi­rkan generasi emas yang mampu bersaing secara global. Salah satu caranya dengan menerapkan pendidikan karakter ke­pada generasi muda melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk mencetak generasi emas pada 2045.

”Literasi itu penting bagi generasi muda, terutama menuju Indonesia Emas 2045. Sehingga diharapkan generasi emas akan menjadi perintis perubahan dalam mem­bentuk kehidupan dan peradaban bangsa yang lebih baik,” ujar Supriano saat mengi­si Dialog Pendidikan Gerakan Literasi Se­kolah di SMPN 5 Kota Bogor, kemarin

Menurut dia, literasi itu memahami dan mengerti. Jadi, tak hanya anak mu­da,

orang tua juga perlu literasi. Untuk itu, literasi jangan diartikan dengan ha­nya membaca, tapi juga mengubah in­formasi yang lebih jelas kepada semua. “Selain itu, literasi digital merupakan strategi edukasi untuk pemerataan kua­litas pendidikan,” bebernya.

Supriono pun meminta setiap sekolah didorong melaksanakan digitalisasi se­kolah. Salah satunya penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Banyak dampak positif UNBK, di antaranya tingkat stres siswa maupun tenaga pendidik dan pengawas berkurang. “Jika tidak diberikan literasi digital, anak-anak akan sulit menyaring informasi yang disediakan media sosial,” imbuhnya.

Saat ini, sambung dia, hal terberat yang dihadapi pemerintah adalah mengubah pola pikir lama

dengan yang baru, ya­kni mengajarkan anak untuk berpikir terbuka dan jangan lawan perubahan. “Kalau anak-anak yang tidak dibina akan sulit bersaing dengan kemajuan zaman,” terangnya.

Ia menambahkan, dengan metode 4 C (Communication, Colaboration, Critical Thinking dan Creativity) bisa mengha­silkan generasi muda yang memiliki karakter. “Orang sukses itu tidak diten­tukan akademisnya, karena orang sukses adalah orang yang bisa menjaga ke­seimbangan otak kiri dan otak kanan,” tukasnya

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SNGTHPJ

SMPN 1 Jadi Sister School

  • November 8, 2019

SMPN 1 Jadi Sister School

SMPN 1 Jadi Sister School

Kepala SMPN 1 Kota Bogor Sri Sugiarti mengaku bangga sekolah­nya terpilih menjadi sister school

dengan Sekolah Harazawa Junior High School (JHS). Ia sangat siap sharing peningkatan mutu pendidikan dengan Kisarazu Jepang. Bahkan, ia tidak sabar berkunjung ke Kisarazu.

“Kami berharap bisa mengirim siswa-siswi SMPN 1 Kota Bogor ke sana (Jepang, red) untuk pertukaran pelajar agar anak-anak bisa belajar tentang pendidikan karakter di Jepang,” kata Sri.

Dalam sister school dengan Harazawa JHS, sambung Sri, para siswa SMPN 1 Kota Bogor

melalui Video Call Skype, menyapa siswa/siswi Sekolah Hara­zawa JHS. Bahkan, tak ketinggalan ha­dir pula Wali Kota Kisarazu Yoshikuni Watanabe.

”Di awal acara, siswa-siswi kami mem­berikan sebuah pertunjukan musik lewat pianis muda yang juga siswa di SMPN 1 Kota Bogor. Anak-anak kemudian me­mainkan lagu Sunda Manuk Dadali yang dilanjut lagu Jepang,” ujarnya.

Sri menambahkan, siswa-siswi SMPN 1 lalu melakukan perkenalan dari kedua belah pihak.

Mulai dari siswi Harazawa JHS yang menceritakan tentang Kota Kisarazu kemudian siswa Harazawa JHS yang menceritakan seputar sekolah me­reka menggunakan bahasa Inggris.

”Pemaparan dari Harazawa JHS pun di­balas dengan pemaparan balik dari siswa SMPN 1 Bogor Muhammad Jabril Faiza­tori tentang Kota Bogor dan disusul per­sentasi dari Alma Putri Nashrida tentang SMPN 1 Bogor,” tukasnya

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/Q0a9/history-of-the-origins-of-the-prophet-adam

APLIKASI SPEKTROMETRI ABSORPSI INFRA MERAH

  • November 2, 2019

APLIKASI SPEKTROMETRI ABSORPSI INFRA MERAH

 

APLIKASI SPEKTROMETRI ABSORPSI INFRA MERAH
Spektrofotometer infra merah dapat digunakan untuk beberapa hal berikut ini :
  1. . Identfikasi gugus fungsional
  2.  Dengan mempertimbangkan adanya informasi lain seperti titik lebur, titik didih, berat molekul dan refractive index maka dapat menentukan stuktur dan dapat mengidentifikasi senyawa
  3.  Dengan menggunakan komputer, dapat mengidentifikasi senyawa bahkan campuran senyawa
BAHAN YANG DIGUNAKAN PADA SEL ABSORPSI
SPEKTROMETER INFRA MERAH
Gelas, kwarsa dan plastik tidak sesuai untuk bahan sel absorpsi karena bahan-bahan tersebut terdiri atas molekul-molekul sehingga dapat menyerap pada daerah inframerah. Oleh karena itu  sel absorpsi harus dibentuk dari bahan non-absorbing ionic seperti kristal padat dari natrium klorida, kalium bromida atau cesium iodida.
KOMPLEKSITAS SPEKTRUM INFRA MERAH
Dengan adanya potensi vibrasi dalam molekul yang lebih besar jumlahnya, ini berarti spektrum inframerah akan lebih komplek dibanding UV-tampak dan gugus fungsional tertentu mungkin dihubungkan pada pita absorpsi spesifik dalam spektrum inframerah.PENYAJIAN SPEKTRUM INFRA MERAH
Spektrum inframerah mungkin disajikan dalam panjang gelombang linier axis dalam μm tetapi instrumen modern umumnya menyajikan spektrum dalam skala bilangan gelombang denganperubahan dalam skala 2000 cm-1. Ini lebih baik karena pada umumnya spektrum akan lebih detil dibawah 2000 cm-1 daripada diatas 2000 cm-1.

Baca Juga  :

Mengenang Perjuangan Bangsa

  • November 2, 2019

Mengenang Perjuangan Bangsa

Sebenarnya tanah air kita telah digrogoti penjajah sejak dulu kala, baik harga diri, kejayaan, maupun harta buminya.

Bermula, sejak kedatangan bangsa Portugis pada tahun 1511. Kemudian, dilanjutkan oleh penjajah Belandapada tahun 1602. Hingga penjajah Jepang yang masuk pada tahun 1939.

Satu masa penjajahan yang panjang dan telah menimbulkan banyak perlawanan yang berulang-ulang. Mulai dari ujung pulau Sumatera sejak zaman kerajaan Aceh, sampai ke Indonesia bagian Timur.

Sehingga melahirkan pahlawan mulai dari Imam Bonjol di Minangkabau, Fatahillah di Jayakarta, Pangeran Dipenogoro di Jawa, Pangeran Antasari di Kalimantan, dan banyak lagi, tak terbilang, tak bernama, tapi tak terlupakan.

Hingga bangsa Indonesia berhasil memproklamirkan kemerdekaanya pada tanggal 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu, marilah kita kenang kembali, sejarah perjuangan bangsa. Demi mereka yang berjuang untuk nusa dan bangsa Indonesia. Mengenang kepahlawanan mereka untuk penghayatan nilai-nilai perjuangan, semangat, dan pengorbanan tanpa perhitungan. Mari kita kenang kembali ribuan pejuang yang wafat demi cita-cita merdeka untuk kita.

Sumber : https://sam-worthington.net/

Faktor yang mempengaruhi Kualitas perangkat lunak

  • November 2, 2019

Faktor yang mempengaruhi Kualitas perangkat lunak

Faktor yang mempengaruhi Kualitas perangkat lunak

Lebih dari dua dekade lalu, McCall dan Cavano menetapkan sekumpulan faktor kualitas yang merupakan langkah pertama dalam mengembangkan metrik-metrik untuk kualitas perangkat lunak dari 3 sudut pandang berbeda, antara lain:
(1) operasi produk
(2) revisi produk
(3) transisi produk

Mengukur Kualitas
a.) Cara Yang Benar. Program harus beroprasi dengan benar atau program itu memberikan sedikit saja nilai bagi pemakainya. Tingkat dimana perangkat lunak melakukan fungsi yang ditentukan.
b.) Maintanabilitas. Kemudahan dimana program itu dapat dikoreksi jika ditemukan kesalahan, diadaptasi jika lingkungan berubah, atau diperkuat jika pelanggan menginginkan perubahan kebutuhan.
c.) Integritas. Mengukur kemampuan sistem untuk menahan serangan terhadap sekuritasnya.
d.) Usabilitas. Usaha untuk mengukur userfriendliness dan dapat diukur dalam empat karakteristik:
(1) keterampilan fisik dan atau intelektual untuk mempelajari sistem.
(2) waktu yang diperlukan untuk menjadi cukup efisien dalam menggunakan sistem.
(3) peningkatan bersih dalam produktifitas yang diukur ketika sistem digunakan oleh seseorang yang cukup efisien.
(4) penilaian subyektif dari sikap pemakai terhadap sistem.

 

700 Siswa PKBM Ikut PAS Ganjil

  • October 29, 2019

700 Siswa PKBM Ikut PAS Ganjil

700 Siswa PKBM Ikut PAS Ganjil

Sebanyak 700 siswa Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Insan Mandiri mengikuti Penilaian Akhir Semester

(PAS) Ganjil 2018. Para peserta didik yang terbagi atas Paket A, B dan C ini mengikuti PAS Ganjil di aula Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, belum lama ini.

Ketua PKBM Insan Mandiri, Holik, mengatakan, para peserta mengikuti kegiatan ini dengan memakai sistem Ujian Nasional

(UN) berbasis komputer. Tujuannya agar mereka saat mengikuti UN 2019 tak merasa canggung. ”Para peserta PAS ini dibagi tiga bagian, yakni paket A pagi hari, paket B siang hari dan paket C pada sore hari,” katanya.

Holik berharap para peserta yang mengikuti PAS Ganjil bisa meraih hasil memuaskan sesuai pelajaran

yang mereka ikuti selama ini. Sebab, PAS merupakan penilaian selama mereka belajar enam bulan di PKBM Insan Mandiri.

 

Baca Juga :

Santuni Anak Yatim dan Janda IGORA

  • October 29, 2019

Santuni Anak Yatim dan Janda IGORA

Santuni Anak Yatim dan Janda IGORA

Ada saja cara yang dilakukan tenaga pendidik dalam memperingati HUT

Guru ke-24 dan PGRI ke-73. Seperti yang dilakukan Ikatan Guru Olahraga (IGORA) Kota Bogor. Mereka mengadakan acara santunan kepada 30 anak yatim dan janda dari anggota IGORA yang telah meninggal dunia.

“Kegiatan santunan ini sebagai bentuk kepedulian anggota IGORA terhadap anak dan istri almarhum yang dulunya merupakan anggota IGORA Kota Bogor,” kata Ketua Panitia, Didin Supriadi Ingka.

Menurut Kepala SMP Kamandaka Kota Bogor ini juga, santunan berasal dari para anggota IGORA

Kota Bogor yang dikumpulkan selama lima hari oleh panitia. Dana yang dikumpulkan sejumlah Rp17.045.000 dan uang tersebut disalurkan langsung kepada anak yatim dan janda anggota IGORA. “Santunan yang kami berikan kepada mereka berupa uang dan alat tulis sekolah dan semoga santunan tersebut minimal dapat meringankan beban mereka,” harapnya.

Sementara itu, Ketua IGORA Kota Bogor, Wawan AS merasa bangga dan terharu dengan kekompakan

dan solidaritas para anggotanya yang sangat peduli terhadap keluarga almarhum anggota IGORA, dengan memberikan santunan yang bertepatan dengan HUT Guru ke-24 dan PGRI ke-73. “Semoga saja kekompakan anggota IGORA tetap terjaga, karena kami adalah keluarga yang diikat dalam satu wadah untuk selalu menjaga satu sama lain, dalam suka maupun duka,” katanya

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

SDN Kawungluwuk Siap Menangkan LSS

  • October 29, 2019

SDN Kawungluwuk Siap Menangkan LSS

SDN Kawungluwuk Siap Menangkan LSS

Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Jawa Barat 2018 telah berjalan.

Penilaian sedang dilakukan di SDN Kawungluwuk, Jalan Kresna 2 Bantarjati, Kelurahan Bogor Utara, Kota Bogor. Dalam perlombaan ini akan dipilih pemenang yang benar-benar menerapkan hidup sehat di sekolahnya.

Ketua Tim Penilai LSS Wilayah I Jawa Barat, Saepuloh, mengatakan, kedatangannya itu untuk memverifikasi tiga sekolah di Kota Bogor, di antaranya TK Bogor Raya, SDN Kawungluwuk dan SMPN 5 Bogor. Dari beberapa sekolah di Kota Hujan untuk mewakili kecamatan, SDN Kawungluwuk terpilih LSS mewakili Kecamatan Bogor Utara.

“Melihat untuk kewilayahan 1, saya nilai bagus dan semua masuk indikator usaha

sekolah sehat. Bisa dilihat dan ditunjukkan dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah dengan instansi terkait melalui surat keputusan bupati, wali kota kewajiban semua pihak untuk berkomitmen dalam usaha sekolah sehat,” ungkapnya.

Dengan adanya LSS, ia berharap semua siswa membiasakan hidup sehat baik bagi diri sendiri, lingkungan, keluarga, masyarakat dan seterusnya serta menjadi satu budaya yang harus ditanamkan.

Sementara itu, Kepala SDN Kawungluwuk, Sudarmi, memaparkan, sebelumnya SDN

Kawungluwuk sudah melaksanakan LSS sejak 2016- 2017 dan meraih juara 2. “Sekarang kembali terpilih dan mewakili Kecamatan Bogor Utara dalam LSS. Kesiapannya sangat maksimal, karena ini merupakan kegiatan rutin di sekolah,” ungkapnya

Saat ini, tambah Sudarmi, pihaknya sudah komitmen dengan para guru ingin meningkatkan kesehatan keluarga sekolah dengan dibangunnya kantin. Sedangkan yang mengisi kantin yakni istri penjaga, satpam dan keluarga guru dengan menyediakan makanan sehat. “Diharapkan di masa mendatang anak menjadi sehat,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://voi.co.id/

99 Guru SMK Dididik Lagi di ITE Singapura

  • October 24, 2019

99 Guru SMK Dididik Lagi di ITE Singapura

99 Guru SMK Dididik Lagi di ITE Singapura

Sebanyak 99 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah mengikuti program pelatihan pendidikan bersama

dengan Institut Pendidikan Teknis (ITE) Singapura. Program pelatihan tahap I yang dilakukan pada 2018 itu berasal dari 87 SMK yang terdiri 61 SMK Negeri serta 26 SMK Swasta.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Industri Kementerian Perindustrian, Eko Cahyanto mengatakan, dengan terselenggaranya program kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru produktif Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Untuk pelatihan guru SMK dilaksanakan 100 guru hanya 99 yang terealisasi. Ini tahap pertama,”

katanya dalam acara penutupan pelatihan kepala sekolah dan guru SMK produktif di Kemenperin Jakarta, Selasa (30/7).

Eko mengatakan, pemerintah secara bertahap akan melakukan evaluasi secara penuh terhadap beberapa guru yang telah mengikuti program pelatihan pendidikan tersebut. Itu dilakukan, agar beberapa point yang didapat dalam pelaksanaannya dapat diimplementasikan di Indonesia.

“Kedua, untuk guru produktif saat ini sedang tahap evaluasi kita ingin dapat hasil dari pelatihan kemarin ini akan berakhir tahun ini,” imbuhnya.

Untuk tahap selanjutnya, Kemenperin juga membuka peluang untuk memberikan pelatihan kepada beberapa SMK

yang belum berkesempatan. Hanya saja, pihaknya akan memberikan kriteria tambahan untuk syarat SMK agar bisa mengikuti program pelatihan tersebut.

“Baru 87 SMK yang masuk, masih ada sekitar 2.500 yang belum masuk. Ke depan akan lebih baik lagi inputnya. Siapa yang akan dikirim ke sana,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Pembangunan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Sekretaris Kabinet (Seskab), Yuli Harsono menambahkan, dengan adanya program pelatihan tersebut, para peserta atau guru yang mengikuti program tersebut dapat memberikan kontribusi nyata seperti yang diharapkan pemerintah.

“Kami berharap 99 ini yang sudah dididik di Singapura bisa menularkan memberikan pengalamannya kepada baik di sekolah masing-masing juga di SMK yang terdekat,” jelasnya.

 

Baca Juga :